KoranBandung.co.id – Peristiwa tenggelamnya seorang pelajar asal Bandung di Pantai Pangandaran kembali menegaskan tingginya risiko keselamatan wisata bahari saat kondisi ombak tidak bersahabat.
Kejadian ini bermula dari aktivitas wisata yang berubah menjadi tragedi setelah korban terseret arus laut di kawasan pantai yang dikenal ramai pengunjung.
Proses pencarian melibatkan petugas gabungan yang bekerja tanpa henti sejak laporan pertama diterima hingga korban akhirnya ditemukan.
Temuan jenazah di lokasi berbeda dari titik awal kejadian menjadi gambaran kuat tentang karakter arus laut Pantai Pangandaran yang dinamis dan berbahaya.
Kronologi Hilangnya Pelajar di Pos 3 Pantai Pangandaran
Wildan yang berusia 13 tahun diketahui sedang berwisata bersama rombongan di kawasan Pos 3 Pantai Pangandaran pada Kamis sore.
Aktivitas berenang yang awalnya berlangsung normal berubah menjadi situasi darurat ketika ombak besar datang secara tiba-tiba.
Arus laut yang kuat menyeret tubuh korban menjauh dari bibir pantai dalam waktu singkat.
Upaya pertolongan spontan dari pengunjung sekitar tidak membuahkan hasil karena derasnya gelombang laut.
Petugas penjaga pantai yang menerima laporan segera melakukan penyisiran awal di sekitar lokasi kejadian.
Namun, keterbatasan jarak pandang dan kondisi ombak menjelang malam membuat pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.
Situasi tersebut mendorong tim gabungan untuk menghentikan sementara pencarian demi keselamatan petugas.
Proses Pencarian oleh Tim Gabungan
Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan unsur SAR, kepolisian, TNI, dan relawan setempat.
Penyisiran dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor di sepanjang garis Pantai Pangandaran.
Metode pencarian darat difokuskan pada area bibir pantai dan jalur arus yang diperkirakan membawa korban.
Sementara itu, pemantauan laut dilakukan dengan mempertimbangkan arah angin dan karakter gelombang.
Petugas juga menggunakan pengalaman empiris dari kasus serupa untuk memprediksi kemungkinan lokasi temuan.
Koordinasi antar unsur dilakukan secara intensif untuk mempercepat proses pencarian.
Kondisi cuaca pada siang hari relatif lebih kondusif dibandingkan sore sebelumnya.
Hal tersebut membuka peluang lebih besar bagi tim untuk menemukan korban.
Jenazah Ditemukan di Pos 5 Pantai Pangandaran
Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas menemukan sesosok jenazah di bibir pantai kawasan Pos 5 Pangandaran Sunset.
Lokasi temuan berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Kondisi jenazah dikenali berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Temuan ini sekaligus mengonfirmasi dugaan bahwa korban terbawa arus laut ke arah barat.
Petugas segera mengamankan lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan tandu menuju kendaraan ambulans.
Proses evakuasi dilakukan dengan tetap memperhatikan etika dan penghormatan terhadap korban.
Evakuasi ke RSUD Pandega
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Wildan langsung dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran.
Rumah sakit tersebut menjadi rujukan utama dalam penanganan kasus darurat di wilayah Pangandaran.
Setibanya di rumah sakit, jenazah menjalani pemeriksaan awal sesuai prosedur medis.
Pihak rumah sakit memastikan kondisi jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga.
Koordinasi dengan pihak keluarga dilakukan untuk proses administrasi lanjutan.
Suasana duka menyelimuti keluarga korban yang menunggu kepastian sejak hari sebelumnya.***









