Popularitas frasa ini bertumbuh lewat tren audio dan video singkat di TikTok yang menggunakan potongan kalimat tersebut sebagai punchline.
Para kreator menggunakan istilah ini untuk menegaskan bahwa komentar atau aksi mereka hanyalah sebuah gurauan.
Mereka menyelipkan frasa ini di akhir narasi konten sebagai penanda bahwa tidak ada yang perlu dianggap serius dalam perkataan mereka.
Fenomena ini turut diikuti pengguna lain yang kemudian memakai frasa tersebut dalam berbagai konteks, mulai dari konten humor, meme, hingga komentar ringan.
Kebiasaan tersebut menjadikan istilah ini cepat menyebar dan menjadi bahasa gaul baru di platform tersebut.
Mengapa Istilah Ini Menarik bagi Pengguna Media Sosial?
Salah satu alasan istilah ini cepat populer adalah karena sifatnya yang hiperbolis dan tidak masuk akal.
Para pengguna merasa bahwa frasa yang terdengar panjang dan mewah ini bisa meningkatkan efek komedi pada konten.
Selain itu, penggunaan bahasa Inggris yang dipadukan dengan istilah teknis seperti “underpass” dan “flyover” memberi kesan lucu karena konteksnya tidak berkaitan.
Masyarakat digital cenderung menyukai kalimat yang mudah diingat dan bisa dipakai ulang dalam berbagai situasi, sehingga istilah ini menjadi cepat viral.
Humor absurd memang memiliki tempat tersendiri dalam budaya internet, terutama di kalangan Gen Z yang terbiasa dengan konten serba cepat dan spontan.
Konteks Penggunaan dalam Dunia Nyata dan Media Sosial
Walaupun frasa ini populer di TikTok, penggunaannya tidak selalu cocok di dunia nyata.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini mungkin terdengar aneh atau membingungkan bagi orang yang tidak mengikuti tren.
Meski demikian, dalam komunitas pengguna TikTok, frasa ini diterima sebagai bagian dari humor internal.
Sebagai bahasa gaul digital, istilah ini membantu memperkuat koneksi antar pengguna yang memahami konteksnya.
Hal ini sejalan dengan fenomena bahasa internet yang kerap berkembang secara mandiri tanpa aturan linguistik baku.***









