KoranBandung.co.id – Peristiwa penanganan darurat oleh PMI Kota Bandung kembali menunjukkan kesiapsiagaan layanan kemanusiaan dalam merespons laporan warga terkait kecelakaan di wilayah perkotaan.
Kejadian ini tercatat secara resmi dalam sistem layanan darurat pada Selasa, 16 Desember 2025, dan menjadi gambaran nyata pentingnya koordinasi lintas pihak dalam situasi kegawatdaruratan.
Laporan yang masuk pada pagi hari tersebut ditindaklanjuti secara terukur dengan alur kerja yang jelas sejak penerimaan informasi hingga korban mendapatkan perawatan lanjutan.
Insiden ini sekaligus menegaskan peran PMI Kota Bandung sebagai garda terdepan pelayanan medis pra-rumah sakit di tengah aktivitas masyarakat yang padat.
Berdasarkan data laporan resmi, peristiwa bermula ketika seorang warga melaporkan adanya seorang laki-laki yang terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala.
Pelapor yang tercatat atas nama Bapak H menyampaikan informasi tersebut melalui sistem layanan darurat dengan nomor tiket L11765854603.
Lokasi kejadian berada di Jalan Sulaksana, kawasan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat dengan patokan di sekitar Indomaret Sulaksana.
Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan dengan lalu lintas dan aktivitas warga yang cukup tinggi pada pagi hari.
Pada pukul 10.00 WIB, tim layanan darurat 112 menerima laporan awal dari pelapor yang melihat langsung kondisi korban di lokasi kejadian.
Satu menit berselang, petugas melakukan proses validasi awal untuk memastikan keakuratan informasi yang disampaikan.
Hasil validasi menyatakan laporan tersebut benar dan memenuhi kriteria untuk segera ditindaklanjuti sebagai kejadian darurat medis.
Pada pukul 10.03 WIB, tim 112 langsung melakukan koordinasi dengan PMI Kota Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan dan sumber daya medis lapangan.
Di waktu yang sama, laporan secara resmi diterima oleh PMI Kota Bandung untuk segera dilakukan penanganan.
PMI Kota Bandung kemudian mempersiapkan armada ambulans beserta personel medis sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan korban trauma.
Langkah persiapan tersebut mencakup kesiapan peralatan medis, perlindungan keselamatan petugas, serta rencana evakuasi korban.
Pada pukul 10.09 WIB, ambulans PMI Kota Bandung tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan asesmen awal terhadap kondisi korban.
Petugas PMI mendapati korban mengalami luka di kepala yang membutuhkan penanganan medis segera untuk mencegah risiko lanjutan.
Penanganan di tempat dilakukan secara cepat dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
Setelah kondisi korban dinilai cukup stabil untuk dipindahkan, tim PMI melakukan proses evakuasi menggunakan ambulans.
Pada pukul 10.25 WIB, pelapor memberikan informasi lanjutan bahwa korban telah diboyong ke Rumah Sakit Santo Yusuf untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.***









