KoranBandung.co.id – Internet rakyat menjadi wacana besar yang memantik perdebatan publik karena menawarkan akses internet murah dengan klaim kecepatan tinggi bagi masyarakat luas.
Program ini muncul di tengah keluhan kronis masyarakat terhadap kualitas layanan internet nasional yang dinilai mahal, lambat, dan tidak merata.
Di balik jargon populis dan harga agresif, internet rakyat menyimpan potensi disrupsi besar sekaligus risiko yang patut dicermati secara kritis.
Latar Belakang Munculnya Internet Rakyat
Kehadiran internet rakyat tidak dapat dilepaskan dari kondisi pasar internet Indonesia yang selama bertahun-tahun didominasi oleh segelintir pemain besar.
Data berbagai lembaga menunjukkan Indonesia konsisten masuk daftar negara dengan tarif internet tetap paling mahal di Asia.
Situasi tersebut berdampak langsung pada rendahnya penetrasi internet rumah tangga, di mana hanya sekitar satu dari lima rumah yang memiliki akses internet kabel.
Mayoritas masyarakat akhirnya bergantung pada paket data seluler yang secara akumulatif jauh lebih mahal dan memiliki keterbatasan kuota.
Dalam konteks inilah gagasan internet rakyat mendapatkan relevansinya sebagai solusi alternatif.
Janji Harga Murah dan Kecepatan Tinggi
Internet rakyat mencuri perhatian publik karena menawarkan paket internet 100 Mbps dengan harga sekitar Rp100.000 per bulan.
Angka ini terpaut jauh dari tarif rata-rata layanan internet tetap yang saat ini berkisar Rp300.000 untuk kecepatan setengahnya.
Perbedaan tersebut secara alami memunculkan kecurigaan publik terhadap keberlanjutan model bisnis yang ditawarkan.
Namun di sisi lain, janji ini juga menghadirkan harapan baru bagi jutaan keluarga yang selama ini terpinggirkan dari akses internet layak.
Profil Perusahaan Penggagas Internet Rakyat
Internet rakyat digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk yang dikenal dengan kode saham WIFI.
Perusahaan ini bukan pemain baru dalam industri infrastruktur digital nasional.
Sebelum masuk ke layanan internet rumah, perusahaan tersebut telah berpengalaman membangun jaringan serat optik dan infrastruktur digital berbasis transportasi publik.
Dukungan modal perusahaan juga terbilang kuat dengan masuknya investasi besar dari mitra strategis asal Jepang.
Struktur kepemilikan yang melibatkan grup bisnis besar nasional turut memperkuat persepsi bahwa proyek ini memiliki daya tahan finansial.
Kunci Teknologi di Balik Internet Rakyat
Internet rakyat mengandalkan kombinasi teknologi fixed wireless access dan jaringan serat optik nasional.
Teknologi fixed wireless access memungkinkan distribusi internet ke rumah-rumah tanpa perlu menarik kabel langsung ke setiap pelanggan.
Pendekatan ini memangkas biaya instalasi yang selama ini menjadi komponen termahal dalam bisnis internet tetap.
Pemanfaatan frekuensi 1,4 GHz menjadi elemen penting karena karakteristiknya mampu menembus dinding bangunan dengan lebih efektif.
Secara fisik, frekuensi ini memungkinkan penyebaran sinyal yang lebih luas dari satu titik pemancar.









