Di balik berbagai keunggulannya, Tower Fan Kanazawa juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dicermati sebelum dibeli.
Salah satu keluhan pengguna yang paling umum adalah tingkat kebisingan yang lebih tinggi dibandingkan kipas konvensional.
Suara mesin tower fan ini cenderung lebih nyaring, terutama saat digunakan pada mode kecepatan tinggi.
Selain suara, hembusan anginnya dinilai tidak sekuat kipas biasa.
Hembusan yang lebih soft membuatnya kurang ideal bagi pengguna yang membutuhkan pendinginan maksimal, terutama pada ruangan besar atau ketika cuaca sedang sangat panas.
Beberapa pengguna juga melaporkan bahwa ada unit tertentu yang mengalami masalah pada dinamo.
Masalah ini membuat kipas hanya bisa berputar sempurna jika dimiringkan terlebih dahulu atau harus disetel pada level tertinggi.
Variasi kualitas ini menandakan bahwa kontrol produksi masih belum seragam.
Stabilitas fisik kipas ini juga mendapat sorotan karena unitnya mudah reyot ketika terkena senggolan.
Risiko terjatuh cukup tinggi terutama jika ditempatkan di area yang sering dilalui anak-anak atau hewan peliharaan.
Remote control yang disertakan juga mendapat kritik karena kualitasnya dinilai ala kadarnya.
Bentuknya menyerupai remot lampu RGB dengan bahan yang terasa ringan dan kurang kokoh.
Ketahanan remote menjadi pertanyaan karena beberapa pengguna khawatir perangkat tersebut mudah rusak dalam pemakaian jangka panjang.
Sejauh ini belum ditemukan alternatif remote yang kompatibel melalui smartphone atau aplikasi tertentu sehingga pengguna hanya mengandalkan remote bawaan.
Bagi konsumen yang mencari solusi pendinginan kuat layaknya kipas angin baling-baling, produk ini mungkin kurang memenuhi ekspektasi.
Tower Fan Kanazawa lebih cocok untuk penggunaan ringan atau sebagai pelengkap pendingin ruangan yang lebih besar.***









