KoranBandung.co.id – Aksi penembakan airsoft gun di kawasan Logam Buah Batu Bandung memicu respons cepat aparat Kepolisian.
Insiden yang terjadi pada Kamis malam (4/12/25) itu langsung mendapat perhatian publik lantaran menyasar pengendara yang melintas.
Kepolisian sektor Buah Batu kemudian bergerak dalam waktu kurang dari 24 jam untuk mengamankan sejumlah terduga pelaku.
Peristiwa penembakan airsoft gun tersebut bermula ketika sekelompok remaja dilaporkan melakukan tindakan yang diduga sebagai teror terhadap warga yang melintas di kawasan Logam Buah Batu.
Laporan masyarakat yang masuk tak lama setelah kejadian memuat keterangan bahwa para remaja itu diduga menembakkan airsoft gun ke arah beberapa pengendara motor yang melaju di jalanan yang mulai sepi pada malam hari.
Informasi tersebut membuat warga sekitar resah karena aksi spontan yang dilakukan secara acak itu menimbulkan rasa takut akan kemungkinan eskalasi kekerasan.
Pihak Kepolisian Sektor Buah Batu kemudian merespons laporan tersebut dengan melakukan pengecekan terhadap sejumlah titik CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Upaya pelacakan visual tersebut dilakukan secara simultan untuk memastikan arah kabur para pelaku serta mengidentifikasi ciri fisik dan kendaraan yang digunakan.
Aparat kemudian menemukan rekaman yang menunjukkan pergerakan kelompok remaja yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV itu, polisi segera mengarahkan beberapa personel untuk melakukan pengejaran terarah ke wilayah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para remaja tersebut.
Gerak cepat ini menjadi langkah strategis karena aparat harus bergerak sebelum para pelaku berpindah lokasi atau menghilangkan barang bukti.
Pengejaran tersebut dilakukan tanpa penundaan untuk meminimalkan risiko terulangnya aksi serupa yang dapat mengganggu ketertiban warga.
Tak berselang lama, tim polisi berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan airsoft gun tersebut.
Para terduga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Buah Batu untuk menjalani pemeriksaan awal dan pendalaman terkait motif maupun peran masing-masing dalam insiden itu.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada kejelasan mengenai siapa yang memulai tindakan tersebut serta bagaimana dinamika kelompok remaja itu sebelum kejadian berlangsung.***









