KoranBandung.co.id – Dilaporkan telah terjadi modus penipuan yang menyasar HP pedagang, baik warung maupun pedagang kaki lima.
Kejadian terbaru dilaporkan oleh warganet bernama Zeki Sorop di grup Facebook “BARAYA PADALARANG’.
Disebutkan jika kejadian tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB (29/12/2025).
Lokasi kejadian berada di wilayah RW 21, Kampung Gunung Bentang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang (berbatasan dengan Kampung Kancah Nangkub).
Modusnya cukup umum digunakan oleh para maling akhir-akhir ini. Yakni berpura-pura membeli banyak (memborong) agar pedagang kerepotan.
Begitu lengah, pelaku langsung menggasak HP korban.
“Barusan pagi kejadian di Gunung Bentang. Modusnya pura pura beli ke pedagang kaki 5 di pinggir jalan yg mau ke Kota Baru (Parahyangan)” Tulis Zeki.
Lebih lanjut, setelah pelaku berhasil menggasak HP dan dompet, pelaku langsung kabur dengan cepat.
“Begitu si pedagang lagi menyiapkan permintaan dia, dan si pencuri ini pun beraksi ambil dompet dan HP si pedagang. Begitu beres pesanan yg diminta si pencuri.. si pedagang bengong orangnya sudah kabur denagan cepat”. Lanjut Zeki.
Kejadian serupa memang kerap terjadi akhir-akhi ini. Salah satunya juga menimpa pedagang di Sodong dekat SMAN 2 Padalarang.
Selain itu, warga lain di Sudimampir Padalarang, Baros Cimahi, Rajamandala, hingga Cikalongwetan juga melaporkan hal serupa meski ciri-ciri pelaku berbeda-beda.
Sayangnya, meski pelaku dan motornya sempat terekam CCTV, namun pelat nomornya tidak terlihat dengan jelas.
Pelaku sendiri menggunakan motor Satria Fu hitam, menggunakan helm half face dan seperti menggunakan masker.
Bahkan di kasus lain, motor pelaku tidak menggunakan pelat nomor dan bahkan menggunakan atribut ojol agar tidak dicurigai.
Atas kejadian ini, warga terutama pedagang diharapkan lebih waspada. Terlebih jika ada pembeli menggunakan masker dan helm, membeli barang secara banyak, serta motor yang digunakan tidak menggunakan pelat nomor.
Pasalnya, terduga pelaku sering menggunakan pola yang sama. Yakni motor tanpa pelat nomor yang jelas, menutup sebagian wajah agar susah dikenali, hingga mengalihkan konsentrasi pedagang dengan membeli secara banyak hingga membuat penjual sibuk.***









