KoranBandung.co.id – Seorang ibu asal Garut berinisial RA menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pria yang diduga preman di pintu masuk kawasan wisata Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, pada Minggu siang, 28 Desember 2025.
Insiden kekerasan tersebut menyoroti persoalan keamanan di kawasan wisata unggulan Kabupaten Garut yang selama ini menjadi magnet wisatawan lokal maupun luar daerah.
Reaksi spontan warga dan pengunjung yang memprotes sistem karcis masuk menunjukkan adanya keresahan lama yang belum mendapatkan solusi konkret dari pihak terkait.
Kejadian bermula ketika RA datang ke kawasan Pantai Santolo bersama keluarganya untuk berwisata pada akhir pekan.
Situasi di pintu masuk pantai saat itu terpantau ramai oleh kendaraan pribadi dan wisatawan yang hendak menikmati libur akhir tahun.
Di tengah kepadatan tersebut, korban terlibat adu mulut dengan seorang pria yang diduga bertugas secara tidak resmi mengatur pungutan karcis masuk.
Percekcokan dipicu oleh perbedaan persepsi terkait besaran biaya masuk dan mekanisme pembayaran yang dinilai tidak jelas.
Beberapa pengunjung menyebut praktik penarikan karcis di lokasi tersebut kerap tidak konsisten.
Ketegangan antara korban dan pelaku meningkat hingga akhirnya berujung pada tindakan kekerasan fisik.
RA dilaporkan mengalami penganiayaan yang menyebabkan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha melerai, namun pelaku diduga sudah emosi dan sulit dikendalikan.
Peristiwa itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut di kalangan pengunjung Pantai Santolo.
Sejumlah wisatawan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menyampaikan kekecewaan terhadap pengelolaan kawasan wisata.
Mereka menilai tindakan kekerasan di pintu masuk mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan.
Usai kejadian, warga dan pengunjung spontan menyuarakan protes terhadap sistem karcis masuk yang selama ini diterapkan.
Protes dilakukan dengan berkumpul di sekitar pintu masuk pantai sambil meminta kejelasan pihak yang berwenang mengelola retribusi.
Warga menilai keberadaan oknum yang diduga preman di kawasan wisata sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Menurut warga, praktik pungutan tidak resmi sering memicu cekcok antara pengunjung dan pihak yang mengatasnamakan pengelola.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak citra Pantai Santolo sebagai destinasi wisata andalan Garut Selatan.***









