KoranBandung.co.id – Patroli malam yang digelar Polrestabes Bandung kembali menunjukkan peran penting aparat kepolisian dalam menjaga keamanan Kota Bandung dari potensi gangguan ketertiban masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang kerap meningkat pada akhir pekan.
Patroli dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar titik-titik rawan yang selama ini dilaporkan sering menjadi lokasi pelanggaran hukum.
Langkah tersebut sekaligus menjadi respons cepat atas keresahan warga terkait maraknya aksi ugal-ugalan dan tawuran remaja di wilayah perkotaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan resmi Instagram Prabu Lodaya Presisi, patroli rutin ini dilaksanakan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Kegiatan pengamanan berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025, mulai pukul 23.00 WIB hingga Minggu, 28 Desember 2025 sekitar pukul 05.30 WIB.
Lokasi patroli difokuskan di kawasan Jalan Pelajar Pejuang, Jalan Cikaso, dan Jalan Ibrahim Adjie yang dikenal memiliki tingkat aktivitas malam cukup tinggi.
Wilayah hukum patroli berada di bawah pengawasan Polrestabes Bandung.
Patroli tersebut melibatkan Tim Prabu 1 bersama Tim Raimas 3 Presisi Polrestabes Bandung yang dikenal sebagai satuan respons cepat dalam menjaga stabilitas keamanan kota.
Tim gabungan ini bergerak menyisir ruas jalan utama hingga area yang minim penerangan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendapati sekelompok pemuda yang melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya dan membahayakan pengguna jalan lain.
Kelompok pemuda tersebut teridentifikasi sebagai bagian dari geng motor yang menamakan diri “RBM”.
Aksi konvoi yang dilakukan kelompok ini dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas serta gangguan ketertiban umum.
Selain itu, patroli juga menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center kepolisian terkait dugaan rencana tawuran.
Laporan tersebut menyebutkan adanya sekelompok pemuda yang berkumpul dan dicurigai akan melakukan bentrokan di wilayah Jalan Cikaso dan Jalan Ibrahim Adjie, tepatnya di depan BTM.
Respons cepat petugas di lapangan membuahkan hasil dengan berhasil menggagalkan potensi aksi kekerasan sebelum terjadi.
Dari hasil patroli dan penindakan tersebut, petugas mengamankan total sepuluh orang pemuda dari dua kelompok berbeda.
Satu orang di antaranya merupakan anggota geng motor “RBM” yang tertinggal dari rombongan konvoi.
Sembilan pemuda lainnya diamankan karena diduga kuat hendak melakukan aksi tawuran.
Pengamanan dilakukan secara terukur untuk mencegah perlawanan serta memastikan keselamatan seluruh pihak.
Selain mengamankan para pemuda, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.
Barang bukti tersebut meliputi satu unit sepeda motor milik anggota geng RBM yang digunakan saat konvoi.
Petugas juga mengamankan sepuluh botol minuman keras yang diduga akan digunakan sebagai alat pelemparan saat tawuran.
Dua bilah senjata tajam jenis golok turut diamankan dari lokasi kejadian.
Keberadaan senjata tajam ini menunjukkan bahwa potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari aksi tersebut tergolong serius.
Seluruh pemuda yang diamankan beserta barang bukti kemudian diserahkan ke Polsek setempat.***









