KoranBandung.co.id – Insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan pusat Kota Bandung kembali menyita perhatian setelah seorang pengendara motor dilaporkan tidak sadarkan diri pada Rabu dini hari.
Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari layanan kegawatdaruratan di Kota Bandung yang bergerak dalam hitungan menit.
Penanganan terkoordinasi antara Tim 112 dan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung menjadi sorotan karena menunjukkan kesiapsiagaan sistem darurat kota.
Laporan kecelakaan masuk pada pukul 02.22 WIB melalui nomor layanan kedaruratan dengan identitas pelapor tercatat sebagai Bapak M.
Informasi awal menyebutkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua (KR2) dengan satu orang korban yang dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Lokasi kejadian berada di Jl. Ir. H. Juanda, kawasan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, tepatnya di sekitar Flyover Pasupati yang dikenal sebagai jalur padat meski pada jam-jam tertentu terlihat lengang.
Tim 112 mencatat bahwa laporan diterima secara lengkap sehingga proses validasi dapat dilakukan hanya dalam rentang satu menit.
Tahapan verifikasi berlangsung cepat mengingat kondisi korban yang disebut membutuhkan pertolongan segera dan situasi lalu lintas yang relatif mendukung pergerakan tim ke lapangan.
Validasi laporan selesai pada pukul 02.25 WIB yang menjadi dasar dilakukannya koordinasi lanjutan dengan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Kontak dan koordinasi antarlayanan dilakukan pada pukul 02.26 WIB yang diikuti penerimaan laporan oleh petugas 119 satu menit kemudian.
Kecepatan respons tersebut menunjukkan bahwa sistem layanan darurat di Kota Bandung telah menerapkan protokol penanganan cedera akut secara terstruktur.
Tim medis dari PSC 119 meluncur ke lokasi tak lama setelah menerima laporan dan tiba di titik kejadian pada pukul 02.35 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas mengonfirmasi kondisi korban yang tidak sadarkan diri dan langsung melakukan tindakan penanganan awal sesuai prosedur kegawatdaruratan.
Petugas menjalankan asesmen cepat terhadap kondisi pernapasan, respons kesadaran, serta potensi cedera berat lain yang mungkin dialami korban akibat benturan keras.
Menurut informasi lanjutan dari pelapor, korban akhirnya dibawa menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk mendapatkan penanganan lebih komprehensif pada pukul 02.51 WIB.
RSHS dipilih karena merupakan rumah sakit rujukan utama di Kota Bandung dengan fasilitas penanganan trauma lengkap.***









