Performa jaringan setelah FUP menjadi pembeda penting yang sering luput dari perhatian calon pelanggan.
Pada EZNET Wireless, penurunan kecepatan setelah FUP membuat aktivitas streaming dan konferensi video menjadi tidak optimal.
Kondisi ini menuntut pengguna wireless untuk lebih disiplin dalam mengatur pemakaian data bulanan.
Sebaliknya, EZNET Fiber Optic masih memungkinkan aktivitas internet dasar berjalan lancar meskipun FUP terlampaui.
Stabilitas jaringan kabel membuat penurunan kecepatan tidak terlalu mengganggu pengalaman pengguna.
Struktur Harga dan Biaya Berlangganan
Dari sisi harga bulanan sebelum PPN dan biaya administrasi, EZNET Wireless memiliki beberapa skema berbeda.
Untuk paket 10 Mbps dengan pembelian modem, biaya bulanan berada di kisaran Rp150 ribu. Harga tersebut belum termasuk biaya perangkat yang harus dibeli di awal.
Terdapat pula skema lain, yakni sewa modem dengan tarif sekitar Rp170 ribu untuk paket 10 Mbps dan Rp230 ribu untuk paket 15 Mbps.
EZNET Fiber Optic menawarkan harga yang relatif kompetitif dengan sistem sewa perangkat.
Paket 10 Mbps fiber optic dibanderol sekitar Rp150 ribu per bulan.
Paket 20 Mbps memiliki harga Rp170 ribu di area tertentu dan Rp190 ribu untuk wilayah reguler.
Perbedaan harga ini mencerminkan perbedaan investasi infrastruktur dan kualitas layanan.
Perangkat Modem dan Skema Kepemilikan
Dulu, EZNET Wireless mengharuskan pelanggan membeli modem dan kartu dengan harga mulai dari Rp595 ribu hingga Rp719 ribu.
Kepemilikan perangkat ini memberi kebebasan bagi pengguna untuk mengatur penempatan dan penggunaan modem.
Namun, biaya awal yang cukup besar menjadi pertimbangan bagi calon pelanggan baru.
Meski demikian, kini EZNET Wireless punya opsi untuk sewa modem dengan harga yang sudah dibahas di atas.
EZNET Fiber Optic tidak memberikan opsi pembelian perangkat, melainkan hanya menyediakan sistem sewa.
Skema sewa ini dinilai lebih ringan karena tidak memerlukan biaya awal yang tinggi.
Perawatan perangkat juga menjadi tanggung jawab penyedia layanan.***









