KoranBandung.co.id – Pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Rajamandala kembali dijadwalkan untuk memastikan keandalan pasokan dan keselamatan pelanggan.
Informasi resmi mengenai kegiatan tersebut dirilis oleh PLN UID Jawa Barat melalui UP3 Cimahi dan ULP Rajamandala.
Pemadaman sementara dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bagian dari pekerjaan pemangkasan pohon yang bersinggungan dengan jalur distribusi listrik.
Pemberitahuan ini menandai langkah preventif PLN dalam menjaga kestabilan aliran listrik, terutama pada kawasan yang memiliki potensi gangguan akibat vegetasi yang tumbuh mendekati jaringan.
Pelaksanaan pemeliharaan tersebut difokuskan pada pemangkasan pohon di sepanjang segmen penyalur CPTT antara LBS SJB dan LBS CUG di wilayah kerja ULP Rajamandala.
PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menghindari risiko gangguan listrik yang dapat muncul ketika ranting atau batang pohon menyentuh kabel bertegangan.
Pekerjaan direncanakan berlangsung pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, sehingga pelanggan diminta mempersiapkan segala kebutuhan selama proses pemadaman dilakukan.
Daerah yang terdampak mencakup beberapa titik permukiman seperti Kampung Selajambe, Kampung Cilimus, Kampung Chialiumi, Kampung Ciames, Perumahan Bintang Regency, Kampung Cijamelong, dan sejumlah wilayah sekitar lainnya.
PLN juga mencatat beberapa gardu yang akan dinonaktifkan sementara antara lain gardu SJBH, CILI, CHM, CAS, BRG, BRGB, dan CUG.
Penonaktifan gardu dilakukan secara terukur untuk memastikan teknisi dapat bekerja dengan aman selama proses perawatan jaringan berlangsung.
Selain memberikan informasi waktu pemadaman, PLN turut mengimbau pelanggan agar tetap waspada dan memperhatikan keselamatan selama pemeliharaan dilakukan.
Pelanggan diminta tidak mendirikan bangunan atau antena terlalu dekat dengan jaringan listrik karena jarak aman minimal yang dianjurkan adalah tiga meter.
Imbauan tersebut juga bertujuan meminimalisir potensi bahaya seperti sengatan listrik atau gangguan teknis pada peralatan rumah tangga.
PLN menekankan pentingnya kehati-hatian ketika masyarakat memperbaiki atap rumah yang lokasinya berada di dekat jalur kabel tegangan.
Risiko kecelakaan dapat meningkat apabila aktivitas perbaikan dilakukan tanpa memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik di atas bangunan.
Pelanggan juga diminta menghindari bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik karena benang dapat mengganggu konduktor dan menimbulkan hubungan arus pendek.
Selain itu, PLN melarang pembakaran sampah di bawah jaringan karena panas dan asap berpotensi mengganggu material kabel maupun instalasi pendukungnya.
Masyarakat yang berencana menebang atau memangkas pohon yang tumbuh dekat jaringan listrik juga dianjurkan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas PLN terdekat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar proses pemotongan dapat dilakukan dengan aman tanpa menyentuh jaringan listrik yang sedang aktif.
PLN mengingatkan bahwa pemangkasan pohon secara mandiri tanpa pengawasan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang merugikan pelanggan lainnya.***









