KoranBandung.co.id – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Otista, Kota Bandung, pada Selasa pagi dalam situasi yang memicu kepadatan lalu lintas dan perhatian warga.
Penemuan jasad itu menjadi peristiwa yang mengguncang ketenangan warga yang tengah memulai aktivitas hariannya.
Hingga kini, penyebab kematian masih belum terungkap dan proses penyelidikan terus berlangsung di bawah penanganan aparat kepolisian.
Kejadian ini bermula ketika seorang pria ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di persimpangan Jalan Otista dan Jalan Ibu Inggit Garnasih pada sekitar pukul 06.30 WIB.
Tubuh korban terlihat bersimbah darah di depan sebuah ruko yang biasanya dipadati aktivitas warga pada pagi hari.
Situasi tersebut membuat sejumlah pengendara melambat karena kaget sekaligus penasaran melihat kerumunan warga yang telah lebih dulu menyadari keberadaan korban.
Beberapa warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi menyebut bahwa tubuh korban tampak mengalami kerusakan fisik yang cukup parah.
Darah terlihat berceceran di permukaan jalan, sementara kondisi pakaian hitam yang dikenakan korban turut menegaskan bahwa insiden ini bukanlah kejadian biasa.
Posisi korban yang berada dekat jalur kendaraan menambah kesan dramatis dari peristiwa yang belum diketahui latar belakangnya ini.
Selang beberapa waktu, petugas dari Tim INAFIS Polrestabes Bandung dan PMI Kota Bandung tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penanganan awal terhadap jasad.
Petugas memasang garis polisi untuk mengamankan area sekaligus mencegah warga semakin mendekat.
Langkah tersebut juga dilakukan agar bukti-bukti di lokasi tidak terganggu sebelum proses identifikasi dan analisis lanjutan dilakukan.
Kapolsek Regol, Kompol Heri Suryadi, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal memperlihatkan adanya sejumlah luka yang menunjukkan korban kemungkinan besar menjadi sasaran tindak kekerasan.
Korban tercatat memiliki luka hantaman di bagian kening, luka tusukan di paha, dan luka di area perut.
Kombinasi luka tajam dan tumpul itu memberi petunjuk awal bahwa korban kemungkinan menghadapi serangan dari lebih dari satu jenis senjata atau benda pemukul.
Meskipun demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan apapun terkait motif dan pelaku mengingat proses penyelidikan masih berjalan.
Identitas korban juga belum dapat dipastikan hingga berita ini diturunkan.
Proses identifikasi biometrik menjadi salah satu langkah yang disorot mengingat Tim INAFIS memiliki peran penting dalam mengungkap data awal melalui sidik jari maupun pencocokan ciri fisik.
Setelah pemeriksaan awal di lokasi selesai, jasad korban kemudian dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani visum dan autopsi.
Autopsi akan menjadi titik krusial dalam mengungkap penyebab pasti kematian, jenis benda yang digunakan pelaku, hingga estimasi waktu kematian.
Informasi tersebut akan membantu penyidik untuk mempersempit dugaan dan mencocokkan dengan temuan lainnya, termasuk kemungkinan adanya perlawanan dari korban atau aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian sebelum jasad ditemukan.
Selain itu, polisi juga mulai melakukan penyisiran ke sejumlah saksi yang berada di area ruko sejak dini hari.
Beberapa rekaman CCTV dari toko-toko di sekitar TKP turut dikumpulkan untuk dianalisis.***









