KoranBandung.co.id – Insiden pengeroyokan pada Minggu (7/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB di Jalan Sukasenang, Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, menjadi sorotan karena melibatkan tindakan agresif kelompok orang tak dikenal yang diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
Korban berinisial HNH yang berusia 15 tahun saat itu tengah menjalankan tugas sebagai penjaga pintu perlintasan kereta api ketika sejumlah individu terlihat melakukan tindakan sembrono dengan menutup akses jalur kereta menggunakan tubuh mereka.
Korban yang bertanggung jawab memastikan keamanan jalur segera memberikan peringatan agar mereka menyingkir dari area palang pintu yang semestinya steril dari aktivitas yang membahayakan.
Teguran tersebut tidak diterima dengan baik oleh kelompok tersebut sehingga memicu reaksi emosional yang berujung pada pemanggilan rekan-rekan mereka hingga berjumlah sekitar lima hingga tujuh orang.
Adu mulut yang semula dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap aturan keselamatan berubah menjadi perselisihan fisik setelah kelompok itu menunjukkan sikap tidak kooperatif dan semakin agresif.
Korban kemudian digiring ke beberapa lokasi berbeda di sekitar area kejadian dan mengalami serangan berulang dari para pelaku.
Bagian kepala korban menjadi sasaran utama ketika salah seorang pelaku memukul menggunakan helm sebanyak lima kali sehingga menimbulkan trauma benturan serius.
Wajah korban juga mengalami hantaman hingga menyebabkan memar khususnya pada kelopak mata sebelah kanan yang tampak bengkak setelah kejadian.
Selain pukulan, korban menerima tendangan yang diarahkan ke bagian punggung dan rusuk kanan yang membuatnya mengalami nyeri hebat ketika bergerak.
Aksi kekerasan tersebut berlangsung dalam kondisi yang tidak seimbang mengingat korban masih di bawah umur dan tanpa perlindungan saat kelompok pelaku mengerumuninya.
HNH menggambarkan situasi yang dialaminya sebagai momen ketika ia tidak memiliki ruang untuk melawan maupun melarikan diri karena jumlah pelaku yang mengintimidasi semakin banyak.
Keterangan yang dihimpun juga menunjukkan bahwa korban dipindahkan secara paksa dari satu titik ke titik lain seolah-olah pelaku ingin menghindari perhatian warga sekitar.
Lingkungan yang relatif sepi pada waktu dini hari membuat pelaku leluasa melakukan serangan tanpa gangguan yang berarti.
Warga sekitar baru mengetahui kejadian setelah korban berhasil meminta pertolongan dan melaporkan kondisinya kepada pihak yang lebih dewasa.
Cedera yang dialami korban kemudian diperiksa dan ditemukan adanya benjolan signifikan di kepala serta memar yang menunjukkan adanya kekerasan fisik intens.
Pemeriksaan lebih lanjut juga mengungkap adanya keluhan nyeri pada hidung, tulang rusuk sebelah kanan dan area punggung yang menjadi titik sasaran tendangan pelaku.
Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan dan tindak lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Aparat kepolisian yang menerima laporan bergerak cepat dengan mengamankan beberapa individu yang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Penangkapan sejumlah pelaku diharapkan menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap peran masing-masing individu sekaligus motif di balik tindakan kekerasan tersebut.***









