KoranBandung.co.id – Pergerakan tanah yang menerjang wilayah Sindangkerta menjadi pukulan berat bagi Yana dan istrinya yang kini kehilangan tempat tinggal yang selama bertahun-tahun menjadi sandaran hidup.
Bencana yang datang tiba-tiba itu bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman warga yang tinggal di lereng perbukitan Wangunsari.
Situasi darurat yang berlangsung sejak Jumat malam itu memperlihatkan rentannya permukiman warga terhadap ancaman geologis terutama saat memasuki musim hujan.
Kerusakan paling parah dialami rumah sederhana milik Yana yang kini tidak lagi dapat dihuni setelah struktur bangunan bergeser dan sebagian besar dindingnya retak terbuka.
Kondisi rumah tersebut menggambarkan kuatnya pergerakan tanah yang menyapu area Kampung Citiis RT 05 dan 06/RW 06, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.
Pergerakan tanah yang terjadi pada Jumat malam membuat kawasan itu berubah dalam sekejap menjadi zona rawan dengan tanah yang terus bergerak meski hujan telah berhenti.
Warga yang semula tenang menjalani rutinitas kini harus menghadapi ketidakpastian karena banyak titik tanah yang menunjukkan gejala retakan baru.
Selain merusak rumah Yana, bencana ini juga memutus akses warga karena dua titik jalan desa tertutup longsoran sepanjang masing-masing sekitar 30 meter dan 15 meter.
Material longsor menimbun badan jalan hingga menyebabkan lumpuhnya akses bagi kendaraan roda empat yang sebelumnya menjadi jalur utama mobilitas warga.
Satu ruas jalan bahkan terputus total setelah terbawa material pergerakan tanah sehingga warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak sepenuhnya aman.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu terutama mereka yang bergantung pada akses jalan untuk bekerja, berdagang, dan mengangkut kebutuhan harian.
Asep selaku aparat desa menggambarkan bahwa para korban kini memilih mengungsi ke rumah kerabat sebagai langkah darurat demi keamanan.
Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut harus dilakukan karena kondisi tanah belum stabil dan potensi longsor susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Meski akses yang sebelumnya tertutup material longsor kini sudah dapat dilalui sepeda motor, kondisi jalan tetap labil dan membutuhkan penanganan mendesak dari pihak terkait.
Warga yang harus beraktivitas sehari-hari kini melintasi jalur tersebut dengan penuh kehati-hatian karena beberapa bagian permukaan jalan terlihat menurun dan retak.***









