KoranBandung.co.id – Insiden yang terjadi pada Kamis, 04 Desember 2025, sekitar pukul 21.37 WIB ini langsung ditindaklanjuti oleh tim 112 setelah menerima laporan awal dari masyarakat.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor tiket L11764863036 dan disampaikan oleh seorang pelapor di sekitar kejadian.
Lokasi kejadian berada di titik koordinat 3M7J+24G, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40295.
Patokan lokasi berada di bawah jalur yang sering disebut sebagai “panoramic” oleh warga sekitar.
Setelah laporan masuk, Tim 112 langsung melakukan validasi laporan pada pukul 21.37 WIB untuk memastikan akurasi informasi sebelum menggerakkan bantuan lanjutan.
Enam menit setelah laporan diterima, pada pukul 21.43 WIB, tim memastikan laporan valid dan langsung melakukan koordinasi dengan PMI Kota Bandung serta BKO Polrestabes Kota Bandung.
Pada waktu yang sama, relawan Edan Sepur yang memang memiliki spesialisasi dalam penanganan insiden terkait perkeretaapian segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan assessment awal.
Pemantauan dari PMI dan BKO Polrestabes mulai berlangsung pada pukul 21.45 WIB sebagai langkah antisipasi apabila diperlukan penanganan lanjutan.
Tim relawan Edan Sepur tiba di lokasi tepat pukul 22.01 WIB dan langsung melakukan penilaian situasi di lapangan untuk memastikan kondisi korban serta potensi bahaya di sekitar titik kejadian.
Selang satu menit kemudian, pada pukul 22.02 WIB, relawan PMI Kewilayahan Arcamanik dilaporkan sudah berada di lokasi untuk memperkuat upaya pertolongan dan identifikasi.
Situasi semakin intens saat informasi pada pukul 22.35 WIB menyebutkan bahwa tim INAFIS Polrestabes Bandung bersama PMI Kota Bandung tengah melakukan investigasi sekaligus pengambilan bagian tubuh korban yang tercecer.
Upaya ini dilakukan dengan prosedur khusus mengingat tingkat fatalitas kejadian yang tinggi serta perlunya identifikasi forensik yang presisi.
Kolaborasi lintas unsur berlangsung cukup cepat dan sistematis untuk memastikan korban dapat segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pada pukul 23.17 WIB, informasi diterima bahwa korban sudah diboyong ke RS Sartika Asih oleh tim gabungan PMI dan INAFIS.
Pemindahan korban dilakukan dengan prosedur standart emergency handling mengingat kondisi tubuh yang tidak utuh sehingga memerlukan penanganan medis serta proses identifikasi lebih lanjut di rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi tambahan mengenai dugaan penyebab maupun kronologi pasti terkait bagaimana korban bisa berada di jalur kereta api.***









