Sekda Jabar Ingatkan Gerakan Sesar Lembang 4 mm per Tahun, Mitigasi Diminta Diperkuat

Sekda Jabar Ingatkan Gerakan Sesar Lembang 4 mm per Tahun, Mitigasi Diminta Diperkuat

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan peringatan serius mengenai aktivitas Sesar Lembang yang dinilai terus bergerak dan berpotensi menimbulkan gempa.

Herman Suryatman menegaskan bahwa berdasarkan data terkini, Sesar Lembang menunjukkan pergerakan sekitar 4 milimeter per tahun.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, terutama melalui edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

Dengan pernyataan tersebut, perhatian terhadap potensi gempa di wilayah Bandung Raya kembali meningkat, seiring kebutuhan penguatan sistem mitigasi yang lebih terstruktur.

Sesar Lembang merupakan salah satu patahan aktif di Jawa Barat yang membentang sepanjang puluhan kilometer dari wilayah Bandung Barat hingga Kabupaten Bandung, dan kegiatan geologisnya telah dipantau sejak puluhan tahun lalu untuk memetakan potensi ancaman bagi wilayah sekitar.

Para ahli menilai bahwa pergerakan pada sesar ini, meskipun terlihat kecil hanya beberapa milimeter per tahun, dapat menyimpan energi yang berpotensi dilepas dalam bentuk gempa signifikan jika terjadi akumulasi tekanan pada lapisan batuan di bawah permukaan.

Baca Juga:  Kebakaran Gudang Besi di Holis Bandung Kulon, Ini Dugaan Kronologinya

Kajian ilmiah sebelumnya mencatat bahwa laju pergeseran Sesar Lembang berada pada kisaran dua hingga tiga milimeter per tahun, namun pembaruan data terbaru menunjukkan pergerakan bisa mendekati empat milimeter, menandakan dinamika yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Dengan padatnya populasi di wilayah Bandung Raya serta banyaknya infrastruktur strategis yang berada dekat jalur sesar, risiko kerusakan akibat gempa dapat meningkat apabila mitigasi tidak diperkuat secara sistematis.

Herman Suryatman menjelaskan bahwa meski tidak ada yang mengharapkan terjadinya gempa besar, fakta ilmiah mengenai pergerakan patahan harus diterima sebagai dasar wacana pembangunan yang lebih berorientasi pada keselamatan dan ketahanan wilayah.

Ia menambahkan bahwa penguatan edukasi kebencanaan menjadi langkah awal paling memungkinkan, mengingat sebagian besar masyarakat masih belum memahami prosedur mitigasi dasar seperti mengenali zona aman, jalur evakuasi, hingga teknik perlindungan diri saat gempa terjadi.

Baca Juga:  Warga Cirawamekar Resah! Kabel PJU di Jalan Palasari Cipatat Hilang Dicuri

Simulasi dampak gempa yang dilakukan beberapa lembaga menunjukkan bahwa getaran dari Sesar Lembang dapat mempengaruhi wilayah luas mulai dari Bandung, Cimahi, hingga sebagian Kabupaten Bandung Barat dengan kekuatan yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan tidak tahan gempa.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah didorong untuk memperbarui peta kawasan rawan gempa secara berkala agar perencanaan pembangunan, penataan permukiman, serta penyusunan jalur evakuasi dapat dilakukan berdasarkan data terbaru.

Selain itu, regulasi bangunan tahan gempa perlu ditegakkan lebih ketat, khususnya pada bangunan baru di zona yang berada dekat jalur patahan, sementara bangunan lama perlu mendapat perhatian melalui proses audit struktur atau perkuatan konstruksi jika diperlukan.

Baca Juga:  Patroli Dini Hari Polres Cimahi Amankan Pemuda Mabuk dan Puluhan Botol Miras di Cigugur Tengah hingga Nanjung

Masyarakat juga diimbau untuk lebih aktif memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi amplifikasi getaran lebih tinggi akibat kondisi tanah.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.