KoranBandung.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan perilaku tidak pantas sepasang muda-mudi di Skywalk Teras Cihampelas, Kota Bandung, viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari masyarakat.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi publik mengenai lemahnya pengelolaan dan pengawasan ruang publik di salah satu kawasan wisata paling dikenal di Kota Bandung.
Reaksi warganet yang masif mencerminkan keresahan kolektif terhadap perubahan fungsi Skywalk Cihampelas yang dinilai semakin jauh dari tujuan awal pembangunannya.
Video yang beredar luas tersebut pertama kali diunggah oleh sebuah akun media sosial Instagram/ @muh.adam04 yang mengaku telah lama merasa terganggu dengan situasi di kawasan Skywalk Teras Cihampelas.
Pengunggah menggambarkan bahwa aktivitas menyimpang di lokasi tersebut bukanlah kejadian tunggal, melainkan peristiwa yang berulang dan semakin sering terjadi.
Dalam narasi yang menyertai unggahan, ia menjelaskan bahwa tindakan serupa bahkan kerap berlangsung pada waktu sore hari saat masyarakat melaksanakan salat Ashar.
Unggahan tersebut disertai dengan penekanan bahwa keresahan warga dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata telah berlangsung cukup lama tanpa solusi nyata.
Pengunggah juga mengisahkan pengalamannya menyaksikan kejadian serupa dengan tingkat pelanggaran yang lebih parah pada waktu sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa keterbatasan sarana dokumentasi saat itu membuat kejadian tersebut tidak dapat direkam dan dilaporkan secara visual.
Menurut pengakuannya, dalam rentang waktu hanya beberapa jam, perilaku serupa kembali terulang di lokasi yang sama.
Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan lemahnya pengawasan serta absennya kehadiran petugas di kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik aman.
Pengunggah menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali menyampaikan laporan kepada pihak terkait mengenai situasi Skywalk Cihampelas.
Keputusan merekam dan menyebarkan video itu disebut sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas situasi yang terus dibiarkan berlarut-larut.
Skywalk Teras Cihampelas sendiri merupakan proyek infrastruktur yang awalnya dirancang sebagai ikon wisata urban dan ruang publik ramah pejalan kaki.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi fisik dan fungsi Skywalk dinilai mengalami penurunan signifikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak bagian Skywalk dipenuhi coretan vandalisme.
Situasi ini berbanding terbalik dengan kawasan komersial di sekitarnya seperti Cihampelas Walk Mall yang masih terawat dan ramai pengunjung.
Perbedaan kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas tata kelola aset publik di pusat kota.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya telah mewacanakan pembongkaran Skywalk Teras Cihampelas.
Wacana tersebut didasarkan pada penilaian bahwa Skywalk tidak lagi efektif menjalankan fungsi sosial dan pariwisatanya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung masih melakukan kajian mendalam terkait aspek hukum dan administratif.
Status Skywalk sebagai aset negara menjadi salah satu faktor yang membuat proses pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara cepat.***









