KoranBandung.co.id – Debit air Sungai Cikapundung yang meningkat tajam pada Kamis (5/12) menjadi peringatan serius bagi warga Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan.
Situasi tersebut terekam dalam sebuah video yang dibagikan akun Instagram Bandungterkini dan segera memicu atensi publik.
Kondisi air yang deras dan meluap ke permukiman menandai intensitas hujan ekstrem yang kembali melanda kawasan Bandung Raya.
Fenomena ini memperkuat urgensi kesiapsiagaan bencana mengingat pola cuaca yang kian tidak menentu belakangan ini.
Video yang beredar menunjukkan aliran Sungai Cikapundung mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga permukaan air tampak jauh lebih tinggi dari kondisi normal.
Rekaman tersebut memperlihatkan air yang mengarah ke permukiman warga, menandai bahwa elevasi sungai sudah melewati batas tepiannya.
Situasi ini menegaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung seharian telah berdampak langsung terhadap peningkatan debit air di sejumlah titik aliran sungai.
Bandung Raya sendiri sepanjang hari dilaporkan mengalami hujan intens di banyak kawasan, termasuk daerah yang berada di elevasi tinggi hingga pusat kota.
Intensitas hujan yang berlangsung terus-menerus membuat sistem drainase sejumlah wilayah tidak mampu menahan debit air.
Beberapa kawasan akhirnya tergenang dengan cepat, terutama daerah yang berada di bantaran sungai atau cekungan tanah.
Berbagai laporan dari warga menunjukkan beberapa titik di Bandung Raya mengalami luapan air yang cukup signifikan, bahkan hingga menghambat aktivitas masyarakat.
Sejumlah ruas jalan diketahui mengalami genangan tinggi sehingga membuat lalu lintas tersendat dan memerlukan penanganan darurat dari pihak terkait.
Selain banjir, kejadian longsor juga dilaporkan di beberapa wilayah dengan kontur tanah yang labil akibat curah hujan ekstrem.
Material tanah yang amblas menyebabkan akses warga terganggu dan memaksa sebagian penduduk melakukan evakuasi sementara.
Situasi ini menambah daftar lokasi yang memerlukan perhatian cepat agar tidak memicu risiko lanjutan di tengah cuaca yang masih tidak stabil.
Kawasan yang berada di sepanjang aliran Sungai Cikapundung termasuk yang paling rentan ketika curah hujan melewati batas normal dalam waktu singkat.***









