KoranBandung.co.id – Banjir bandang yang menerjang wilayah Mukapayung di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi pengingat kuat mengenai kerentanan daerah tersebut terhadap cuaca ekstrem.
Insiden yang terjadi pada Kamis sore, 4 Desember 2025, itu berlangsung cepat dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Curugan hingga Cibitung.
Derasnya air yang datang mendadak tersebut turut menyapu area pertanian hingga lokasi wisata yang berada tidak jauh dari bantaran sungai.
Laporan awal dari warga menunjukkan bahwa luncuran air yang membawa material lumpur, potongan kayu, dan bebatuan langsung menerjang sawah serta kebun yang berada di sisi aliran sungai.
Sejumlah warga yang tengah beraktivitas di area pertanian dikabarkan sempat berlarian ke tempat aman setelah melihat air mulai meninggi dengan cepat.
Dalam rekaman visual yang beredar di media sosial, volume air tampak bergerak tanpa kendali sambil membawa material yang memperlihatkan betapa kuatnya arus banjir bandang tersebut.
Salah satu akun yang membagikan peristiwa tersebut adalah akun Facebook bernama Raja Banlengan yang mengunggah rekaman air bercampur lumpur mengalir deras melewati lahan warga.
Unggahan itu kemudian memicu reaksi luas dari warganet yang saling mengingatkan agar masyarakat di sekitar aliran sungai tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Akun lain bernama Iyus Zein juga membagikan informasi serupa dengan menyebut bahwa banjir menerjang kawasan kolam renang Curugan atau Gunung Putri yang berada di Ciririp hingga wilayah Mukapayung.
Keterangan yang dibagikan menunjukkan bahwa air yang meluap berasal dari aliran sungai yang tidak mampu menahan debit tinggi setelah hujan deras mengguyur sejak beberapa jam sebelumnya.
Belum ada laporan resmi mengenai tingkat kerusakan dari pemerintah setempat karena petugas masih melakukan pemantauan dan verifikasi di lokasi terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Otoritas cuaca sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang meliputi hujan intensitas tinggi dan angin kencang untuk wilayah Bandung Raya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyebut bahwa potensi banjir dan longsor meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.***









