KoranBandung.co.id – Tragedi kembali terjadi di Kota Cimahi ketika seorang warga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat memperbaiki mesin jet pump.
Peristiwa ini terjadi di kawasan permukiman Buana Flamingo, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Jumat, 19 Desember 2025, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.
Insiden bermula ketika korban berinisial SAP, warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, melakukan pengecekan dan perbaikan mesin jet pump yang terpasang di dekat toren air di lantai dua rumahnya.
Aktivitas tersebut dilakukan korban pada Jumat siang sebelum melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid setempat.
Mesin jet pump diketahui berfungsi sebagai sumber utama distribusi air bersih di rumah korban.
Setelah menyelesaikan ibadah salat Jumat, istri korban kembali ke rumah dan mencoba memanggil korban untuk memastikan kondisi serta aktivitas yang sedang dilakukan.
Upaya pemanggilan tersebut tidak mendapatkan respons, sehingga memunculkan kekhawatiran dari pihak keluarga.
Istri korban kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa kondisi korban di lantai dua rumah.
Sejumlah warga yang naik ke area toren air menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.
Warga sempat berupaya memberikan pertolongan awal dan mencoba mengevakuasi korban secara mandiri.
Upaya tersebut mengalami kendala karena posisi korban berada di area sempit dengan akses vertikal yang cukup sulit.
Kondisi medan yang terbatas membuat proses evakuasi berisiko apabila dilakukan tanpa peralatan dan keahlian khusus.
Warga akhirnya menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Cimahi untuk meminta bantuan evakuasi.
Laporan diterima oleh Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kota Cimahi pada pukul 12.25 WIB.
Tim Rescue Regu 2 segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian di Buana Flamingo, Cimahi Selatan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen awal terhadap kondisi korban dan lingkungan sekitar.
Petugas menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan tanda-tanda kematian yang sudah jelas terlihat.
Bagian kaki korban tampak mulai membiru, sementara beberapa bagian tubuh menunjukkan kekakuan.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum proses evakuasi dilakukan.
Tim Rescue kemudian menyiapkan peralatan vertical rescue untuk mengevakuasi korban dari lantai dua rumah.
Penggunaan teknik vertical rescue dipilih karena akses tangga yang sempit serta posisi korban yang berada dekat toren air.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan petugas dan menjaga kondisi korban.***









