KoranBandung.co.id – Fase grup Zona Timur ACL Two 2025-2026 resmi berakhir dan membuka jalan menuju babak 16 besar melalui mekanisme drawing ulang yang akan menentukan lawan setiap tim.
Situasi ini membuat perhatian publik sepakbola Asia kembali tertuju pada persiapan klub-klub besar yang lolos dari fase grup.
Di Indonesia, fokus utama jatuh kepada Persib Bandung yang berhasil mengamankan posisi juara grup dan memastikan tempat di Pot 1.
Posisi tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi Maung Bandung, meski tetap menyisakan sejumlah potensi lawan berat yang menunggu di fase knock-out.
Persib Bandung dipastikan tidak akan menghadapi tim mana pun yang berasal dari grup yang sama sesuai regulasi AFC, sehingga mereka hanya berpeluang bertemu runner-up dari Grup E, F, atau H.
Tiga kandidat calon lawan tersebut adalah Cong An Hanoi dari Vietnam, Ratchaburi FC dari Thailand, dan Pohang Steelers yang merupakan wakil kuat dari Korea Selatan.
Di antara ketiganya, Pohang Steelers dianggap sebagai lawan paling menantang karena rekam jejak mereka di kompetisi Asia yang dikenal konsisten dan sangat kompetitif.
Namun dari sisi mekanisme, Persib Bandung tetap memiliki keuntungan sebagai tim Pot 1 karena akan memainkan laga tandang terlebih dahulu sebelum menjamu lawannya di leg kedua.
Format tersebut biasanya memberikan kenyamanan taktis bagi tim unggulan, karena mereka dapat menentukan ritme permainan di kandang sendiri saat laga penentuan.
Proses drawing akan digelar pada 30 Desember 2025 dan menjadi agenda yang sangat ditunggu para pendukung Persib maupun pemerhati sepakbola nasional.
Di tengah dinamika ini, pengamat sepakbola Indonesia, Abdul Haris, menilai Persib Bandung masih memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh meski pada akhirnya harus menghadapi Pohang Steelers.









