Ia menilai bahwa kualitas skuad Persib musim ini cukup merata dan mampu memberi perlawanan signifikan kepada wakil Korea Selatan tersebut.
Pemahamannya terhadap performa Persib sepanjang fase grup memberinya keyakinan bahwa Maung Bandung telah menunjukkan stabilitas permainan yang semakin matang.
Dalam pandangannya, keberadaan pemain-pemain berpengalaman membuat Persib memiliki modal taktis yang kuat jika dipaksa menghadapi skenario tersulit sekalipun.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Persib tetap perlu melakukan pembenahan, terutama pada sektor pertahanan yang masih terlihat rapuh dalam beberapa momen krusial.
Analisisnya menyoroti pertandingan terakhir Persib kontra Bangkok United yang meski berakhir kemenangan, tetap memperlihatkan celah di barisan belakang.
Pada laga tersebut, Bangkok United mampu menciptakan dua peluang emas yang hampir berbuah gol dan menunjukkan adanya aspek yang perlu diperbaiki sebelum menuju babak 16 besar.
Situasi ini disampaikan sebagai catatan penting bagi pelatih Bojan Hodak yang memiliki jeda waktu cukup panjang hingga Februari 2026 untuk memaksimalkan persiapan tim.
Hodak disebut perlu meningkatkan koordinasi antarlini dan menambah kedisiplinan dalam transisi bertahan untuk menghadapi lawan yang lebih agresif dan cepat.
Penguatan mental bertanding juga menjadi perhatian karena fase gugur akan memunculkan tekanan berbeda yang membutuhkan kesiapan fisik dan psikologis optimal.
Persib disebut memiliki potensi besar memanfaatkan dukungan suporter di leg kedua yang biasanya memberikan atmosfer positif untuk menekan tim tamu.
Dengan jadwal pertandingan yang memungkinkan tim bermain di kandang pada momen krusial, Persib diyakini dapat memaksimalkan energi stadion untuk meraih hasil terbaik.***









