KoranBandung.co.id – Kecelakaan beruntun di KM 111 Tol Cipularang kembali menegaskan tingginya risiko lalu lintas di jalur cepat yang kerap dilintasi kendaraan berat.
Kecelakaan beruntun di KM 111 Tol Cipularang arah Jakarta pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB menyita perhatian publik karena melibatkan sembilan kendaraan dengan satu korban meninggal dunia.
Insiden ini diduga dipicu oleh truk Fuso los bak Mitsubishi bernomor polisi Z 9256 HA yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta dan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman (rem blong).
Kerusakan fungsi rem tersebut membuat pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan saat melintasi area pekerjaan jalan tol yang permukaannya licin akibat hujan gerimis.
Kondisi tersebut menyebabkan truk langsung menghantam delapan kendaraan yang berada di depannya sehingga memicu tabrakan beruntun di ruas tol yang sedang padat.
Petugas kepolisian dari Polres Cimahi dan PJR Tol Cipularang bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi korban dapat dilakukan dengan aman dan terukur.
Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Yudha Satyo Rahardjo, yang memimpin penanganan lapangan menjelaskan bahwa total korban mencapai enam orang dengan satu di antaranya meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui bernama Henry Cristianto, warga Jakarta Barat, yang mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal setelah mendapatkan penanganan medis.
Lima korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, petugas mendapati kondisi beberapa kendaraan ringsek parah karena benturan beruntun yang terjadi secara cepat tanpa memberi ruang manuver bagi pengemudi lain.
Sembilan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut terdiri dari Toyota Cayla B 1387 HZI, Toyota Avanza D 1074 AFP, Honda HR-V, Toyota Innova B 1819 RYB, Toyota Innova D 1144 AJZ, Hiace City Trans B 7295 SAA, Honda Jazz D 1279 AKU, Fuso Los Bak Z 9256 HA, serta truk boks D 8753 XZ.
Kepadatan lalu lintas langsung terjadi setelah kecelakaan karena sebagian lajur harus ditutup untuk proses evakuasi kendaraan dan pembersihan material yang berserakan di badan jalan.
Petugas operator tol bekerja sama dengan kepolisian untuk mengatur arus kendaraan agar kemacetan tidak semakin meluas ke segmen lain di ruas Cipularang.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti gangguan rem termasuk melakukan pengecekan teknis terhadap kendaraan Fuso tersebut.
Pemeriksaan terhadap pengemudi juga dilakukan guna memastikan apakah terdapat faktor kelalaian, kelelahan, atau kesalahan teknis dalam pengoperasian kendaraan.
***









