Longsor Hebat Terjang Kampung Condong Wargaluyu Arjasari, Diduga Ada Warga yang Belum Ditemukan
Material longsor menimbun rumah warga di Kampung Condong, Wargaluyu, Bandung. Sumber: Dokumentasi Warga.

Update Kasus Longsor di Arjasari Kab. Bandung: Timbun Empat Rumah, Tiga Warga Hilang dan Evakuasi Terhenti akibat Hujan Deras

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bandung memicu longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Arjasari, Kab. Bandung dan menimbun empat rumah warga.

Peristiwa tersebut mengagetkan penduduk setempat yang tidak menduga kondisi tanah labil akan berubah menjadi bencana besar dalam hitungan menit.

Situasi darurat langsung ditetapkan oleh aparat desa dan petugas penanggulangan bencana setempat setelah laporan kerusakan dan korban hilang mulai mengalir.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung, relawan SAR, aparat TNI–Polri, serta warga sekitar bergerak cepat menuju lokasi yang berada di kawasan perbukitan dengan akses terbatas.

Baca Juga:  Hari Ketiga Pencarian Korban Longsor di Arjasari Kabupaten Bandung, Tim Gabungan Berjuang Menembus Material Longsor

Upaya pencarian awal dilakukan dengan metode manual karena medan yang sempit dan terus diguyur hujan.

Petugas di lapangan menyebut bahwa kondisi tanah yang jenuh air membuat permukaan tebing mudah terlepas dan meluncur ke pemukiman yang berada tepat di bawahnya.

Pada saat material longsor bergerak, empat rumah warga berada tepat di jalur lintasan tanah sehingga tertimbun dalam waktu sangat singkat.

Sebagian penghuni berhasil menyelamatkan diri, namun tiga warga berinisial A berusia 70 tahun, C berusia 19 tahun, dan A berusia 15 tahun masih dinyatakan hilang.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Aksi Mata Elang di Gede Bage Bandung, Pelaku Terhenti di Depan Kantor BNN Jabar

Pihak berwenang menekankan bahwa proses pencarian tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena ancaman longsor susulan masih sangat tinggi.

Hujan lebat yang terus turun pada Jumat (5/12) sore memaksa tim di lapangan menghentikan operasi evakuasi sementara sebelum situasi benar-benar aman.

Pencahayaan minim menjadi tantangan besar karena lokasi berada di daerah yang jauh dari permukiman padat dan tidak memiliki penerangan permanen.***

Baca Juga:  Kecelakaan Maut Motor dan Truk di Cipadati Pandanwangi, Satu Pengendara Tewas di Tempat
Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.