KoranBandung.co.id – Insiden medis mendadak kembali terjadi di wilayah Bandung dan menjadi perhatian karena kecepatan koordinasi layanan kedaruratan terbukti berperan penting dalam penanganan korban.
Laporan tersebut masuk pada Minggu pagi dan langsung memicu rangkaian respons terpadu dari layanan 112 dan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Kejadian ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan layanan darurat dalam menghadapi kasus kritis yang membutuhkan penanganan segera.
Menurut data laporan resmi, seorang warga dilaporkan mengalami serangan jantung di kawasan Jl. H. Samsudin, Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, pada Minggu, 07 Desember 2025 pukul 08.55 WIB.
Laporan diterima dari seorang pelapor bernama Ibu R yang menyampaikan bahwa seseorang di sekitar lokasi tersebut membutuhkan bantuan medis seketika karena kondisinya yang mendadak kritis.
Tim 112 Kota Bandung menjadi pihak pertama yang menerima informasi melalui sistem layanan kegawatdaruratan dan segera memvalidasi laporan dalam waktu satu menit setelah panggilan masuk.
Setelah laporan dinyatakan valid, koordinasi dilakukan langsung dengan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung yang merupakan unit gawat darurat medis yang bertanggung jawab menangani kasus serangan jantung dan kondisi kritis lainnya.
Data kronologi menunjukkan bahwa tim PSC 119 merespons dengan sangat cepat setelah menerima informasi pada pukul 08.58 WIB dan bergerak menuju lokasi hanya satu menit kemudian.
Upaya percepatan ini menjadi bagian dari standar operasional PSC 119 yang menargetkan waktu tanggap darurat seefektif mungkin untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Pada pukul 09.15 WIB, tim medis PSC 119 berhasil tiba di lokasi dan segera melakukan penilaian terhadap kondisi korban yang disebut mengalami gejala serangan jantung.
Penanganan langsung diberikan oleh tenaga medis terlatih dengan prioritas menjaga kestabilan fungsi vital korban sebelum diputuskan untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Setelah melalui proses penanganan awal di tempat kejadian, tim PSC 119 kemudian membawa korban menuju Rumah Sakit Borromeus yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung.
Keberangkatan menuju rumah sakit dilakukan setelah memastikan korban berada dalam pengawasan medis ketat sepanjang perjalanan.
Laporan resmi menyebutkan bahwa pada pukul 09.54 WIB, korban dan tim medis telah tiba di RS Borromeus untuk mendapatkan penanganan lanjutan dari dokter spesialis jantung dan unit gawat darurat rumah sakit.***









