Bangun dengan Amarah, Pagi Berdarah di Sayati Margahayu Berakhir dengan 'Bedog' dan Operasi Darurat
Gambar hanya ilustrasi.

Bangun dengan Amarah, Pagi Berdarah di Sayati Margahayu Berakhir dengan ‘Bedog’ dan Operasi Darurat

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Sebuah konflik keluarga yang bermula dari cara membangunkan tidur berubah menjadi tragedi serius setelah seorang kakak di Kabupaten Bandung melukai adik kandungnya sendiri dengan senjata tajam.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana emosi sesaat yang tidak terkendali dapat berujung pada kekerasan berat bahkan di antara hubungan darah terdekat.

Kasus tersebut terjadi di lingkungan permukiman padat penduduk dan mengejutkan warga sekitar yang tidak menyangka pertikaian keluarga berakhir dengan luka parah.

Insiden berdarah itu berlangsung di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sayati Hilir, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Kamis pagi, 15 Januari 2026.

Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika pelaku berinisial YM berusia 47 tahun tengah tertidur di dalam kamar rumah kontrakan tersebut.

Situasi berubah ketika adik kandungnya, YN berusia 31 tahun, datang ke kamar dan menggedor pintu dengan keras.

Baca Juga:  Warga Pasir Angin Ibun Geger, Mayat Perempuan Ditemukan di Selokan Saat Subuh

Gedoran tersebut dilakukan berulang kali dan disertai ucapan bernada kasar yang memancing emosi.

Pelaku yang terbangun secara mendadak mengaku merasa terganggu sekaligus tersinggung oleh cara korban membangunkannya.

Ketegangan kemudian berlanjut menjadi adu mulut antara kakak dan adik di dalam rumah.

Pertengkaran itu berlangsung singkat namun intens karena diliputi emosi dan rasa sakit hati.

Pelaku menilai ucapan korban telah melewati batas kesopanan dan memicu kemarahan yang tidak terkendali.

Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku kemudian mengambil sebilah golok yang berada di sekitar rumah.

Tanpa pertimbangan panjang, pelaku menyabetkan senjata tajam tersebut ke arah korban.

Serangan itu mengenai kedua lengan korban di bagian dekat siku tangan kanan dan kiri.

Baca Juga:  Kapolresta Bandung Ungkap Kronologi Pembunuhan Pemuda di Banjaran, Pelaku Ditangkap Kurang dari 5 Jam

Akibat sabetan tersebut, korban mengalami luka robek serius dengan pendarahan cukup hebat.

Korban kemudian mendapatkan pertolongan medis dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Santosa Bandung.

Tim medis menyatakan korban harus menjalani tindakan operasi karena luka cukup dalam dan berisiko menimbulkan komplikasi.

Petugas Polsek Margahayu langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat.

Polisi melakukan pengamanan lokasi serta mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian berlangsung.

Dalam proses penangkapan, pelaku bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan.

Pelaku juga mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan awal oleh penyidik.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa motif sementara penganiayaan tersebut dipicu rasa sakit hati akibat ucapan kasar korban saat membangunkan pelaku.

Pelaku saat ini telah diamankan dan ditahan di Mapolsek Margahayu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Perempuan 55 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya di Lembur Sawah, Warga Cimahi Geger

Penyidik menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan berat sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Ancaman hukuman yang dihadapi pelaku diperkirakan lebih dari lima tahun penjara.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.