KoranBandung.co.id – Banjir yang melanda wilayah Cimahi Selatan pada dini hari Sabtu menjadi peristiwa darurat yang memaksa tim rescue melakukan evakuasi warga dari permukiman terendam air.
Peristiwa banjir terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 01.05 WIB di Jalan Nanjung Babakan Utama RT 04 RW 13 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan.
Hujan deras yang turun sejak Jumat malam membuat debit air meningkat signifikan dan menyebabkan genangan meluas ke area pemukiman.
Kondisi banjir dilaporkan masih bertahan hingga pagi hari sehingga aktivitas warga dan arus lalu lintas terganggu.
Evakuasi Warga Dilakukan Dini Hari
Tim rescue gabungan bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan adanya rumah warga yang terendam banjir cukup parah.
Petugas mendapati air telah menggenangi rumah warga dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa sehingga evakuasi harus dilakukan menggunakan peralatan khusus.
Sebanyak tujuh orang yang terjebak di dalam rumah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka serius.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan arus air yang masih cukup deras di sekitar lokasi.
Tanggul Penahan Air Diduga Roboh
Berdasarkan hasil penelusuran awal di lapangan, banjir diduga dipicu oleh robohnya tanggul penahan air yang berada di samping salah satu rumah warga.
Tanggul tersebut tidak mampu menahan tekanan air akibat curah hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama.
Air kemudian meluap dan masuk ke area permukiman dengan cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Kondisi ini menunjukkan kerentanan infrastruktur penahan air di kawasan padat penduduk terhadap cuaca ekstrem.
Banjir Meluas Hingga Jalan Nanjung
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi Jalan Nanjung wilayah Cibodas yang menjadi perbatasan antara Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung.
Luapan air membuat badan jalan tertutup genangan cukup tinggi sehingga kendaraan tidak dapat melintas untuk sementara waktu.
Aktivitas Warga Lumpuh Sementara
Banjir yang bertahan hingga pagi hari menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama mereka yang hendak berangkat bekerja atau mengantar anak ke sekolah.
Sejumlah warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut karena kondisi lingkungan sekitar masih belum aman.
Beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi juga terdampak genangan sehingga tidak dapat difungsikan secara normal.
Situasi ini menambah beban psikologis warga yang harus menghadapi ketidakpastian cuaca dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Berdasarkan pemantauan kondisi cuaca, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah Cimahi dan sekitarnya.
Pola hujan yang terjadi menunjukkan adanya akumulasi curah hujan tinggi dalam waktu singkat yang meningkatkan risiko banjir susulan.
Kondisi geografis wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat aliran air turut memperbesar potensi genangan.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi.***









