Begal di Cimareme Berhasil Diamankan Warga di Bandung, Modus Ngaku Sebagai Polisi
Sumber: Facebook/ Fnn Repaint

Begal di Cimareme Berhasil Diamankan Warga di Bandung, Modus Ngaku dari Polres Cimahi

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Aksi kejahatan jalanan dengan modus menyamar sebagai anggota kepolisian kembali terjadi di wilayah Bandung Raya dan berujung pada penangkapan pelaku oleh warga di kawasan Soekarno-Hatta Bandung.

Peristiwa ini berawal dari aksi pelaku di wilayah Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, sebelum akhirnya berhasil diamankan di sebuah SPBU wilayah hukum Polsek Regol, Kota Bandung.

Kasus tersebut mencuat ke publik setelah korban membagikan kronologi lengkap kejadian melalui akun Facebook miliknya yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Berdasarkan penelusuran redaksi KoranBandung, korban berasal Batujajar yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju rumah ibunya di kawasan Cipeundeuy Tembokan, Cimareme.

Dalam tulisan kesaksiannya, korban membuka narasi dengan harapan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat lain.

“Bismillah, semoga tidak ada korban lagi seperti saya,” tulis korban dalam unggahannya.

Korban menjelaskan bahwa dirinya berangkat sekitar pukul 17.30 WIB dan memilih jalur alternatif melalui Jalan Industri Cimareme untuk mempercepat perjalanan.

Saat melintas di depan kawasan PT Solas, korban mengaku tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda Beat karburator berwarna hitam.

“Saya ditabrak dari belakang oleh dua orang yang menggunakan motor Beat karburator warna hitam, lalu saya jatuh,” tulis korban.

Baca Juga:  Motor Tabrak Pejalan Kaki di Depan Pasar Sayati, Polisi Tangani Kecelakaan Pagi di Jalan Kopo Bandung

Setelah korban terjatuh, salah satu pelaku langsung melontarkan tuduhan serius dengan menyebut korban membawa narkoba.

Pelaku juga mengaku sebagai anggota Polres Cimahi yang tengah melakukan penindakan terhadap korban.

Pelaku kemudian meminta korban bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan dengan alasan prosedur kepolisian.

“Saya dituduh membawa narkoba dan pelaku mengaku sebagai anggota Polres Cimahi yang akan menangkap saya,” tulis korban.

Dalam kondisi tertekan, korban mengizinkan pelaku memeriksa saku jaketnya karena merasa tidak bersalah.

Namun, pemeriksaan tersebut justru berujung pada pengambilan barang-barang berharga milik korban.

“Pelaku mengambil uang tunai saya sebesar Rp5 juta, HP untuk kerja, serta kartu ATM Mandiri,” tulis korban dalam kesaksiannya.

Pelaku selanjutnya memaksa korban untuk ikut ke Polres Cimahi dengan alasan pemeriksaan lanjutan.

Korban mengaku menuruti permintaan tersebut karena yakin dirinya tidak membawa narkoba maupun barang terlarang.

“Saya mengiyakan karena merasa tidak membawa narkoba atau barang terlarang apa pun,” tulis korban.

Korban bahkan dibonceng menggunakan sepeda motor miliknya sendiri oleh pelaku menuju arah yang disebut sebagai kantor polisi.

Namun, korban mulai merasa janggal ketika dirinya diturunkan di bagian belakang Polres Cimahi.

“Di situ saya mulai sadar dan yakin bahwa pelaku adalah penipu atau begal yang berkedok polisi,” tulis korban.

Baca Juga:  Polisi Amankan Sekelompok Pemuda Bersenjata di Sukajadi Bandung, Diduga Akan Lakukan Keributan

Kejanggalan semakin terasa ketika pelaku justru mengajak korban berkeliling dan menyebut akan membawanya ke Polrestabes Bandung.

Alih-alih menuju kantor polisi, korban justru dibawa berputar-putar hingga ke kawasan Jalan Rajawali.

Dalam situasi tersebut, korban berusaha tetap tenang dan mencari celah untuk menyelamatkan diri.

Korban kemudian berpura-pura meminta izin berhenti di SPBU dengan alasan ingin ke toilet.

“Akhirnya saya sampai di pom bensin arah Soekarno-Hatta sebelum SPBU Caringin,” tulis korban.

Di lokasi SPBU inilah korban akhirnya memberanikan diri meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Saya langsung berteriak minta tolong bahwa saya dibonceng begal,” tulis korban.

Petugas keamanan SPBU bersama warga langsung membantu mengamankan pelaku.

Aksi perlawanan sempat terjadi hingga pelaku berhasil dilumpuhkan di lokasi.

Korban mengungkapkan bahwa seorang satpam SPBU mengalami luka sabetan senjata tajam saat berusaha melindunginya.

“Bapak satpam tersebut tangannya terluka akibat senjata tajam pelaku,” tulis korban.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Regol datang ke lokasi dan mengamankan pelaku yang sudah dalam kondisi tidak berdaya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku terbukti menggunakan surat tugas palsu.

“Ternyata benar, pelaku menunjukkan surat palsu yang dibelinya secara online,” tulis korban.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polsek Cimahi karena lokasi awal kejadian berada di wilayah hukumnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Motor di Jalan Kepatihan Bandung, Dua Korban Luka Ditangani Cepat PSC 119 Dinkes

Korban mengaku terkejut saat mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban dengan modus serupa.

“Sudah banyak laporan dengan kronologi yang sama seperti saya, bahkan ada yang sampai ditusuk,” tulis korban.

Korban menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Regol dan Polsek Cimahi yang dinilainya menangani kasus ini dengan cepat dan profesional.

Korban juga mengucapkan terima kasih kepada warga dan petugas SPBU yang membantunya meski harus mengalami luka.

“Untuk barang-barang saya yang hilang, sudah saya ikhlaskan. Saya anggap sebagai buang sial demi keselamatan saya dan keluarga.” tulis korban.

***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.