KoranBandung.co.id – Keributan antar kelompok suporter sepak bola terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Minggu (11/1/2026), bertepatan dengan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video amatir tersebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Keributan diduga melibatkan pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta yang sebelumnya menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Kronologi Keributan di Dua Titik Strategis Kota Bogor
Berdasarkan penelusuran dari unggahan Facebook Galeri Seputar Indonesia, bentrokan suporter terjadi di dua lokasi berbeda yang tergolong padat aktivitas masyarakat.
Titik pertama keributan dilaporkan terjadi di kawasan underpass Jalan Soleh Iskandar yang merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di Kota Bogor.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang berlarian dan saling berhadapan di area tersebut.
Kericuhan di underpass tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena pengendara memilih melambat atau berhenti demi menghindari potensi bentrokan.
Kondisi itu memicu kepadatan kendaraan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan yang tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
Titik kedua bentrokan terjadi di Jalan Dadali yang berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi pertama.
Di lokasi tersebut, terlihat satu unit sepeda motor jenis matik menjadi sasaran amuk kelompok suporter hingga mengalami kerusakan.
Aksi perusakan kendaraan itu menambah kekhawatiran publik terhadap potensi kerugian material akibat konflik antarpendukung klub sepak bola.
Dampak Langsung terhadap Ketertiban Umum
Keributan yang terjadi di ruang publik terbuka ini berdampak langsung pada ketertiban dan rasa aman masyarakat sekitar.
Warga yang melintas di sekitar lokasi dilaporkan memilih menjauh dan menunda perjalanan untuk menghindari risiko terkena dampak kericuhan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik suporter tidak hanya berdampak pada kelompok yang terlibat, tetapi juga masyarakat luas.
Fenomena ini menegaskan bahwa pengamanan laga besar tidak cukup hanya terfokus di dalam stadion.
Pergerakan suporter pascapertandingan kerap menjadi titik rawan yang memerlukan perhatian lebih dari aparat dan pihak terkait.
Penjelasan Kepolisian Terkait Situasi di Lapangan
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, membenarkan adanya keributan antar kelompok suporter di wilayah hukumnya.
Pihak kepolisian menilai insiden tersebut tidak berlangsung lama dan berhasil dikendalikan di lapangan.
Aparat yang berada di sekitar lokasi segera melakukan pembubaran terhadap kelompok yang terlibat keributan.
Menurut kepolisian, hingga Minggu malam tidak terdapat laporan resmi dari masyarakat terkait korban luka maupun kerugian serius.
Situasi di wilayah Tanah Sareal dilaporkan kembali kondusif setelah aparat melakukan pengamanan dan patroli rutin.
Anggota kepolisian tetap disiagakan di sejumlah ruas jalan untuk memastikan tidak terjadi keributan susulan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna menjaga stabilitas keamanan pascapertandingan besar.***









