KoranBandung.co.id – Kawasan GBI dan sekitarnya kini resmi ditetapkan sebagai Zona Hijau yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi ojek online serta penumpang.
Penetapan Zona Hijau ini menjadi penanda komitmen bersama untuk menciptakan ruang publik yang aman dan tertib di tengah dinamika transportasi daring dan konvensional.
Keputusan tersebut juga diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam meredam potensi konflik antar pengemudi di wilayah strategis dengan mobilitas tinggi.
Langkah ini mendapat perhatian luas masyarakat karena menyangkut rasa aman pengguna transportasi online yang semakin menjadi kebutuhan harian.
Dasar Penetapan GBI sebagai Zona Hijau
Penetapan GBI sebagai Zona Hijau didasarkan pada Surat Pernyataan Ojeg Kamtibmas Pangkalan Bodogol Siang yang menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Surat pernyataan tersebut menjadi dokumen resmi yang memperkuat kesepakatan bersama antara pengemudi ojek pangkalan dan aparat kepolisian setempat.
Dalam dokumen tersebut, Ojeg Kamtibmas menyatakan kesiapannya mendukung situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah operasional Bodogol–GBI.
Komitmen tertulis ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab sosial pengemudi ojek pangkalan terhadap masyarakat pengguna jalan.
Jaminan Keamanan bagi Ojol dan Penumpang
Pada poin kedua surat pernyataan dijelaskan bahwa ojek pangkalan yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota resmi dari Satuan Binmas Polresta Bandung berkomitmen menjaga keamanan ojol dan penumpangnya.
Komitmen tersebut mencakup perlindungan terhadap aktivitas pengantaran dan penjemputan penumpang oleh ojol tanpa adanya gangguan.
Keberadaan KTA resmi menjadi penanda bahwa pengemudi yang terlibat berada dalam pengawasan dan pembinaan aparat kepolisian.
Hal ini memberi kepastian hukum serta rasa aman bagi pengemudi ojol saat melintasi maupun beroperasi di kawasan GBI.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Bagi masyarakat pengguna jasa transportasi, penetapan Zona Hijau memberikan jaminan rasa aman saat menggunakan ojol di kawasan GBI.
Penumpang tidak lagi dibayangi kekhawatiran akan adanya intimidasi atau penghentian paksa di tengah perjalanan.
Kepastian keamanan ini turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi daring di wilayah tersebut.
Secara tidak langsung, kondisi ini mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Mekanisme Pelaporan Jika Terjadi Pelanggaran
Masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan proaktif apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengganggu ketertiban.
Jika terdapat warga yang menggunakan ojol kemudian merasa diintimidasi atau diberhentikan secara paksa, masyarakat diminta merekam kejadian tersebut.
Bukti video yang direkam dapat digunakan sebagai dasar pelaporan kepada aparat berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Langkah ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum tetap tersedia bagi masyarakat sebagai bagian dari sistem pengamanan terpadu.***









