KoranBandung.co.id – Subuh mencekam menyelimuti Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, setelah sebuah pabrik rajut dilalap api dan memaksa petugas pemadam kebakaran mempertaruhkan nyawa di tengah ancaman sengatan listrik yang belum dimatikan.
Kebakaran hebat ini terjadi pada Kamis subuh, 15 Januari 2026, di Kampung Cijagra, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.
Objek yang terbakar adalah sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang sekaligus pabrik rajut milik seorang pengusaha lokal bernama Bily dengan luas area mencapai 444 meter persegi.
Insiden ini menyisakan kepanikan warga sekitar, kerugian material besar, serta catatan serius terkait koordinasi penanganan darurat lintas instansi.
Laporan pertama mengenai kebakaran diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung pada pukul 04.37 WIB.
Informasi awal yang masuk menyebutkan adanya kobaran api besar dari dalam area pabrik yang sudah menjalar ke sebagian atap bangunan.
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar enam menit kemudian atau pukul 04.43 WIB.
Saat unit pemadam tiba di lokasi, api telah membesar dan menguasai hampir seluruh bagian bangunan pabrik.
Kondisi ini diduga kuat akibat keterlambatan pelaporan dari warga sekitar yang baru menyadari kebakaran setelah api terlihat cukup besar.
Sumber api pertama kali diketahui oleh tetangga pabrik karena pemilik bangunan tidak tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Situasi di lapangan menjadi semakin berbahaya karena aliran listrik dari jaringan PLN diketahui masih aktif ketika proses pemadaman awal dilakukan.
Sebanyak 18 personel pemadam kebakaran harus bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi untuk menghindari risiko tersengat listrik saat menyemprotkan air ke titik api.
Ancaman sengatan listrik menjadi kendala teknis paling krusial yang memperlambat upaya pemadaman dan meningkatkan risiko keselamatan petugas.
Upaya pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam dengan fokus utama mencegah api merambat ke bangunan warga di sekitarnya.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 06.00 WIB.
Turunnya hujan turut membantu proses pendinginan atau cooling pascakebakaran.
Dari hasil pendataan sementara, area yang terbakar mencakup bangunan utama pabrik rajut dan sebuah gudang kosong di sisi kanan lokasi.
Api juga sempat merambat ke atap satu rumah warga yang berada di sisi kiri pabrik.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran ini.***









