KoranBandung.co.id – Sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa pensiunan guru di Kota Bandung kembali menyoroti persoalan keselamatan pejalan kaki dan tanggung jawab pengendara di jalan raya.
Insiden yang terjadi di kawasan Antapani ini tidak hanya menyisakan luka fisik serius bagi korban, tetapi juga meninggalkan beban psikologis dan sosial karena korban selama ini menjadi satu-satunya pendamping ibunya yang telah lanjut usia.
Kasus ini pun kini menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai kejadian tersebut tersebar luas melalui media sosial dan memasuki tahap penyelidikan oleh kepolisian.
Sosok Korban Pensiunan Guru SLB
Korban diketahui bernama Sofiany yang berusia 61 tahun dan merupakan warga Jalan Malangbong, Antapani Wetan, Kota Bandung.
Sofiany selama bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Luar Biasa dan dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi sebelum memasuki masa pensiun.
Dalam kesehariannya, Sofiany tinggal berdua dengan sang ibu yang kini berusia 85 tahun dan membutuhkan pendampingan intensif.
Korban tidak memiliki suami maupun anak sehingga peran sebagai perawat utama bagi ibunya dijalani seorang diri.
Kondisi tersebut membuat Sofiany terbiasa mengatur seluruh aktivitas rumah tangga sekaligus memastikan kebutuhan sang ibu terpenuhi setiap hari.
Kronologi Kecelakaan di Depan Mixue Puri Dago
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 07.47 WIB di kawasan depan gerai Mixue Puri Dago, Bandung.
Pada saat kejadian, ibu korban dilaporkan sedang menyeberang jalan dengan didampingi oleh Sofiany.
Dari arah berlawanan, terlihat sebuah mobil dan satu sepeda motor melaju dengan kecepatan cukup tinggi berdasarkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Dalam hitungan detik, benturan keras tak terhindarkan hingga menyebabkan tubuh Sofiany terpental beberapa meter dari titik awal kejadian.
Rekaman CCTV di lokasi menunjukkan bahwa pengendara yang terlibat tidak berhenti di tempat kejadian.
Situasi tersebut langsung mengundang perhatian pengendara lain yang melintas di sekitar lokasi.
Upaya Pertolongan dan Penanganan Medis Awal
Sejumlah pengguna jalan yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Sofiany kemudian dibawa ke UPT Puskesmas Griya Antapani untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Petugas medis mendapati korban mengalami kondisi serius yang memerlukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Setelah dilakukan evaluasi medis, korban segera dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Keputusan rujukan tersebut diambil demi mencegah risiko komplikasi yang lebih berat.
Kondisi Terkini Korban di RSUD Ujung Berung
Setelah dirujuk, Sofiany menjalani perawatan lanjutan di RSUD Ujung Berung, Kota Bandung.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban mengalami gegar otak disertai pendarahan di bagian otak.
Tim dokter kemudian melakukan tindakan operasi sebagai langkah penyelamatan nyawa dan pemulihan fungsi vital.
Pascaoperasi, korban masih harus menjalani perawatan intensif dan pemantauan ketat oleh tim medis.
Kondisi tersebut membuat korban belum dapat kembali menjalani aktivitas normal dalam waktu dekat.
Dugaan Tabrak Lari dan Identitas Pelaku
Hingga saat ini, identitas pengendara yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut belum diketahui secara pasti.
Tidak adanya pengakuan atau laporan dari pihak pengendara yang terlibat memperkuat dugaan terjadinya kasus tabrak lari.
Keluarga korban menyayangkan sikap pengendara yang tidak menunjukkan tanggung jawab setelah insiden tersebut.
Mereka menilai tindakan meninggalkan korban dalam kondisi kritis sebagai perbuatan yang tidak berperikemanusiaan.***









