KoranBandung.co.id – Aksi kejahatan jalanan berupa percobaan penjambretan yang gagal di Kota Cimahi menjadi sorotan publik setelah pelakunya tertangkap dan dihakimi massa.
Peristiwa ini viral di media sosial karena menampilkan eskalasi cepat dari tindak kriminal menjadi aksi main hakim sendiri di ruang publik.
Informasi awal mengenai kejadian ini pertama kali beredar luas melalui unggahan di media sosial Facebook yang dibagikan oleh akun Abdul Rohman di Grup INFO CIMAHI.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa terjadi di wilayah Cibabat, Kota Cimahi, pada Minggu malam, 18 Januari, sekitar pukul 23.15 WIB.
Kronologi singkat yang disampaikan menyebutkan bahwa pelaku jambret mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah mobil tangki air saat dikejar oleh korban.
Korban dalam kejadian ini diketahui seorang perempuan yang menjadi sasaran penjambretan di jalanan pada malam hari.
Upaya korban untuk mengejar pelaku memicu perhatian warga sekitar yang kemudian turut menyaksikan insiden tersebut.
Benturan antara kendaraan pelaku dengan mobil tangki air menghentikan upaya pelarian dan membuat situasi di lokasi berubah drastis.
Setelah terjatuh akibat kecelakaan, terduga pelaku tidak sempat menyelamatkan diri dari amukan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang emosi melihat aksi kriminal tersebut secara spontan meluapkan kemarahan dengan memukul dan menghakimi terduga pelaku.
Situasi menjadi semakin tidak terkendali meskipun sebagian warga lain terlihat berusaha menenangkan massa agar tidak melakukan tindakan berlebihan.
Upaya melerai tersebut menunjukkan adanya kesadaran sebagian masyarakat tentang bahaya main hakim sendiri di ruang publik.
Namun dalam kondisi emosi yang memuncak, tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku tetap tidak sepenuhnya dapat dihindari.
Korban penjambretan sendiri dilaporkan mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Selain syok, korban juga dikabarkan mengalami luka ringan yang tidak mengancam keselamatan jiwa.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait detail penanganan korban maupun terduga pelaku.
Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku penjambretan diduga berjumlah dua orang.***









