KoranBandung.co.id – Kebakaran bengkel las di kawasan komersial Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, memicu respons cepat petugas pemadam setelah api terdeteksi warga pada Senin malam.
Peristiwa ini menambah daftar insiden kebakaran di wilayah padat aktivitas usaha yang berpotensi menimbulkan risiko lebih luas jika tidak tertangani dengan sigap.
Kejadian tersebut juga menegaskan pentingnya kewaspadaan lingkungan sekitar terhadap tanda awal kebakaran, terutama pada malam hari saat aktivitas warga menurun.
Laporan resmi dari Bandung Siaga 113 mencatat kebakaran terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, dengan waktu penerimaan informasi pukul 23.39 WIB.
Objek yang terbakar diketahui merupakan sebuah bengkel las yang berada di area komersial dengan kepadatan bangunan cukup tinggi.
Lokasi kejadian berada di Jalan Soekarno Hatta Nomor 615, RT 03 RW 11, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Berdasarkan data koordinat, titik kebakaran berada di posisi -6.943922656849541, 107.64575355901185 yang merupakan jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Kawasan tersebut dikenal sebagai area dengan kombinasi usaha bengkel, warung, dan permukiman yang saling berdekatan.
Informasi awal kebakaran dilaporkan oleh seorang warga bernama Sudrajat yang mengetahui adanya kepulan asap dan api di sekitar lokasi.
Salah satu saksi utama di sekitar lokasi, seorang warga lanjut usia berusia 66 tahun, mengalami langsung situasi awal kebakaran saat tengah beristirahat di warungnya.
Kondisi malam yang relatif sepi membuat suara teriakan warga menjadi tanda pertama adanya kejadian tidak biasa di lingkungan tersebut.
Rasa panas yang tiba-tiba dirasakan di dalam warung menjadi indikasi kuat bahwa sumber api telah berkembang dengan cepat.
Api yang terlihat sudah menjalar ke bagian atas plafon seng menandakan kebakaran berada pada fase membesar saat pertama kali disadari.
Situasi tersebut mendorong penghuni warung untuk segera menyelamatkan diri demi menghindari risiko terjebak di dalam bangunan.
Upaya evakuasi dilakukan secara mandiri dengan keluar dari bangunan sesegera mungkin.
Setelah berada di luar, warga melihat api telah melahap bengkel las yang berada di sisi kiri bangunan warung.
Material bengkel las yang didominasi logam, peralatan kerja, serta kemungkinan bahan mudah terbakar mempercepat pembesaran api.
Cahaya api yang semakin terang terlihat oleh warga lain di sekitar lokasi.
Kesadaran kolektif warga untuk bertindak cepat menjadi faktor penting dalam penanganan awal kejadian tersebut.
Beberapa warga secara spontan menghubungi layanan darurat Emergency Call 113 milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.
Laporan disampaikan melalui nomor darurat 022-113 sesuai prosedur penanganan kebakaran di wilayah Kota Bandung.
Respons cepat dari warga dinilai krusial untuk meminimalkan dampak kebakaran di kawasan padat bangunan.
Petugas Damkarmatan Kota Bandung kemudian dikerahkan menuju lokasi setelah laporan diterima.
Keberadaan sistem layanan darurat terintegrasi memungkinkan koordinasi lebih cepat antara pelapor dan petugas lapangan.
Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan awal pemicu api dari bengkel las tersebut.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu faktor kelistrikan, aktivitas pengelasan, atau sumber lain.***









