KoranBandung.co.id – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di ruas Jalan Tol Cipularang Kilometer 90 wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin pagi kemarin sekitar pukul 05.45 WIB.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di Tol Cipularang yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan tingkat risiko tinggi di Jawa Barat.
Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah truk boks bernomor polisi B-9947-JZN yang melaju dari arah Jakarta menuju Bandung.
Berdasarkan informasi kepolisian, truk boks tersebut menghantam bagian belakang kendaraan besar lain yang hingga kini belum diketahui identitasnya karena melarikan diri usai kejadian.
Benturan keras terjadi di lajur A Tol Cipularang tepat di kilometer 90.600 yang berada di kawasan Kecamatan Sukatani, Purwakarta.
Kanit Patroli Jalan Raya Tol Cipularang, IPTU Jaja Desmantoro, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu oleh kelalaian pengemudi dalam menjaga jarak aman kendaraan.
Menurut hasil pemeriksaan awal di lapangan, sopir truk boks tidak mampu mengantisipasi laju kendaraan di depannya saat kondisi lalu lintas masih relatif sepi.
Kendaraan truk boks tersebut diduga melaju dengan kecepatan konstan tanpa perhitungan jarak yang memadai hingga akhirnya menabrak bagian belakang dump truk di depannya.
Akibat tabrakan tersebut, bagian depan truk boks mengalami kerusakan cukup parah, terutama di sisi kiri kendaraan.
Dampak paling fatal dirasakan oleh kernet truk boks yang saat kejadian duduk di kursi kiri sopir.
Korban kernet mengalami benturan langsung di sisi kiri kendaraan yang menjadi titik terparah akibat tabrakan.
Petugas menyatakan bahwa kernet truk boks meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
Sementara itu, sopir truk boks dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan masih dalam kondisi sadar setelah kejadian.
Petugas Patroli Jalan Raya yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi korban.
Korban meninggal dunia dan korban luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta untuk penanganan lebih lanjut.***









