KoranBandung.co.id – Sebuah laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor di wilayah Ujung Berung, Kota Bandung, mendapat respons cepat dari PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung pada Senin malam.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata pentingnya sistem layanan gawat darurat terpadu dalam menjamin keselamatan warga di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jl. Cinangka, Pasirwangi, Kecamatan Ujung Berung, dengan titik acuan di sekitar GOR Kejora yang dikenal sebagai area dengan lalu lintas cukup ramai.
Berdasarkan laporan resmi, insiden ini mengakibatkan satu orang korban dengan kondisi awal mengalami pendarahan dari area mulut.
Laporan kejadian diterima oleh petugas pada Senin, 26 Januari 2026, tepat pukul 18.57 WIB dengan nomor tiket L11769430256.
Petugas langsung melakukan proses awal berupa penerimaan dan validasi informasi untuk memastikan akurasi data lokasi serta kondisi korban.
Pada pukul 18.58 WIB, laporan dinyatakan valid setelah seluruh informasi penting dinilai sesuai dengan standar operasional prosedur.
Satu menit kemudian, tepat pukul 18.59 WIB, petugas melakukan koordinasi dengan PSC 119 Dinkes Kota Bandung untuk mengaktifkan respons lapangan.
Koordinasi yang dilakukan mencakup penentuan rute tercepat menuju lokasi kejadian serta kesiapan tim ambulans yang akan diturunkan.
Selama proses tersebut, laporan terus dimonitor untuk memastikan tidak ada perubahan kondisi korban yang membutuhkan penyesuaian penanganan.
Langkah pemantauan ini menjadi bagian krusial dalam sistem PSC 119 untuk menjaga kesinambungan informasi antara pelapor, petugas pusat, dan tim lapangan.
Kecepatan koordinasi ini menunjukkan kesiapsiagaan layanan darurat kesehatan di Kota Bandung dalam menghadapi insiden lalu lintas.
Ambulans dilaporkan tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.15 WIB dan segera melakukan tindakan medis awal terhadap korban.
Tim medis langsung melakukan pemeriksaan kondisi korban untuk memastikan tingkat kesadaran serta potensi cedera lanjutan.
Penanganan awal difokuskan pada upaya menghentikan pendarahan dan menstabilkan kondisi korban sebelum proses evakuasi.
Situasi di lokasi kejadian relatif kondusif sehingga proses penanganan dapat dilakukan tanpa hambatan berarti.
Kehadiran ambulans di lokasi juga membantu mengurangi kepanikan warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah kondisi korban dinilai cukup stabil, tim medis memutuskan untuk segera membawa korban ke fasilitas kesehatan rujukan.
Pada pukul 19.20 WIB, korban diboyong menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Hermina Arcamanik untuk mendapatkan perawatan lanjutan.***









