Evakuasi Hari Kedua Korban Longsor Pasir Kuning Cisarua Tertunda Akibat Longsoran Baru Gunung Burangrang
Sumber Instagram infobandungbarat.

Ketidakpastian Pasca longsor Pasirlangu, Kodam Siliwangi Intensifkan Penyisiran 23 Prajurit

Diposting pada
web otomotif bandung barat

KoranBandung.co.id – Suasana duka dan ketidakpastian menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyusul beredarnya informasi tentang puluhan prajurit yang hingga kini belum diketahui keberadaannya pascalongsor.

Kabut tebal dan cuaca lembap yang masih menyelimuti kawasan perbukitan Pasirlangu seolah mempertegas rasa cemas warga yang menanti kabar dari lokasi bencana.

Aktivitas warga berjalan terbatas karena sebagian area desa masih dipenuhi alat berat dan personel gabungan yang melakukan pencarian secara intensif.

Sejak peristiwa longsor terjadi, Desa Pasirlangu berubah menjadi pusat perhatian karena disebut-sebut menjadi lokasi terakhir keberadaan puluhan prajurit yang tengah menjalankan tugas di wilayah kaki Gunung Burangrang.

Informasi yang beredar menyebutkan sebanyak 23 prajurit hingga kini belum diketahui kabarnya setelah longsor menutup sebagian besar akses dan area tempat mereka bertugas.

Baca Juga:  Longsor di Lembang Robohkan Rumah Warga Jayagiri, Hujan Deras Diduga Jadi Pemicu

Longsor tersebut dilaporkan terjadi secara tiba-tiba akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Bandung Barat dalam beberapa hari terakhir.

Material tanah, bebatuan, dan pepohonan menimbun jalur patroli serta area pratugas yang sebelumnya digunakan oleh para prajurit.

Kondisi geografis Pasirlangu yang berada di lereng dengan kontur tanah labil disebut menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor besar tersebut.

Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta relawan kebencanaan setempat.

Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim pencari karena potensi longsor susulan masih tinggi.

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin menegaskan bahwa pihaknya memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin mengambil kesimpulan prematur terkait kabar yang beredar.

Baca Juga:  Ruas Jalan di Nanggerang Cililin Hancur Tergerus Longsor, Cililin Dikepung Banjir dan Tanah Bergerak

Ia menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh fakta di lapangan melalui pencarian yang terukur dan berkelanjutan.

Pihak Kodam III/Siliwangi terus mengoptimalkan koordinasi lintas instansi agar proses pencarian berjalan efektif dan tidak menimbulkan risiko tambahan.

Kolonel Mahmuddin menekankan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus berdasarkan data yang telah diverifikasi di lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa penyisiran masih terus dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir aktivitas para prajurit sebelum longsor terjadi.

Menurutnya, kondisi medan yang berat dan tertutup material longsoran menjadi tantangan utama dalam proses pencarian tersebut.

Alat berat dikerahkan secara terbatas karena kontur tanah yang belum stabil dan berisiko amblas jika dilakukan pengerukan agresif.

Baca Juga:  Hari Kedua Pencarian Longsor Pasirlangu Ditutup Kemarin, 25 Korban Meninggal Berhasil Dievakuasi

Selain pencarian fisik, tim juga melakukan pendataan ulang terhadap personel yang sebelumnya dilaporkan berada di area pratugas.***

Gambar Gravatar
Seorang writer di bidang jurnalis dan blogger. Sudah aktif menulis di media Indonesia sejak tahun 2016.