KoranBandung.co.id – Nasib tragis menimpa seorang kurir paket yang menjadi korban pengeroyokan brutal saat menjalankan tugas pengantaran sistem Cash on Delivery di wilayah Cinangka, Pasirkuda, Cianjur Selatan, pada Kamis siang, 29 Januari 2026.
Peristiwa ini kembali membuka mata publik mengenai tingginya risiko keamanan yang dihadapi para kurir di lapangan, khususnya dalam pengiriman paket dengan metode pembayaran tunai.
Kasus ini juga menambah daftar panjang kekerasan terhadap pekerja sektor logistik yang sejatinya berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, peristiwa pengeroyokan terjadi ketika korban sedang mengantarkan paket pesanan kepada penerima di kawasan permukiman Cinangka, Pasirkuda.
Korban yang berstatus sebagai kurir ekspedisi itu disebut datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor sesuai prosedur standar pengantaran.
Saat tiba di lokasi tujuan, korban diduga terlibat cekcok singkat terkait mekanisme pembayaran COD yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Situasi yang awalnya berupa perbedaan pendapat tersebut kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan fisik.
Lebih dari lima orang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan terhadap korban.
Korban tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri karena jumlah pelaku yang jauh lebih banyak.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup serius, terutama di bagian wajah.
Korban kemudian dievakuasi oleh warga dan rekan sesama kurir ke sebuah klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kondisi luka yang dinilai cukup berat membuat tenaga medis memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Pagelaran.***









