KoranBandung.co.id – Fenomena kesehatan mental pria kembali menjadi sorotan setelah patroli kepolisian dini hari menemukan seorang pria yang diduga melakukan percobaan bunuh diri di Kota Bandung.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat dini hari ketika aktivitas kota masih lengang dan sebagian besar warga terlelap.
Kejadian tersebut berlangsung di salah satu ruas jalan utama yang kerap dilintasi warga pada jam sibuk pagi hari.
Insiden ini sekaligus membuka ruang refleksi tentang pentingnya kehadiran negara dalam situasi darurat nonkriminal.
Tim Prabu 1 Polsek Batununggal tengah melaksanakan patroli rutin pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 04.32 WIB.
Patroli tersebut melintasi Jl Laswi, sebuah kawasan yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Batununggal, Kota Bandung.
Dalam kondisi jalan yang relatif sepi, petugas melihat seorang pria berdiri mencurigakan di balik baliho dari jarak tertentu.
Gerak-gerik pria tersebut dinilai tidak wajar karena memperlihatkan tindakan menyayat tangan sendiri secara berulang.
Situasi itu segera memicu respons cepat dari tim patroli untuk mencegah hal yang lebih fatal.
Petugas mendekati pria tersebut dengan pendekatan persuasif demi memastikan keselamatan yang bersangkutan.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, pria itu diketahui belum dapat memastikan identitas dirinya secara jelas.
Dari hasil komunikasi yang terbangun, petugas memahami bahwa pria tersebut tengah berada dalam kondisi emosional yang sangat tertekan.
Pria itu mengungkapkan bahwa dirinya mengalami patah hati mendalam setelah mengetahui kekasihnya menjalin hubungan dengan pria lain.
Tekanan emosional tersebut mendorongnya mengambil keputusan impulsif dengan mencoba mengakhiri hidupnya.
Petugas menemukan satu buah celurit yang diduga kuat digunakan sebagai alat untuk melukai diri sendiri.
Temuan barang berbahaya itu langsung diamankan guna mencegah risiko lanjutan terhadap keselamatan korban maupun lingkungan sekitar.
Tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut sehingga kasus ini dikategorikan sebagai insiden personal nonkriminal.
Langkah kepolisian tidak berhenti pada pengamanan situasi, tetapi juga berfokus pada pemulihan psikologis korban.
Tim Prabu 1 memberikan motivasi dan dukungan emosional agar pria tersebut mampu melihat alternatif positif dalam menghadapi masalah hidup.
Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam merespons persoalan sosial di masyarakat.
Petugas menekankan pentingnya melanjutkan hidup dan menjauhkan diri dari pola pikir destruktif yang dapat membahayakan diri sendiri.***









