KoranBandung.co.id – Peristiwa penemuan jenazah yang tertemper kereta api di kawasan Maleer, Kota Bandung, kembali menyoroti pentingnya keselamatan di sekitar jalur perkeretaapian perkotaan.
Laporan awal kejadian diterima oleh sistem layanan darurat pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, dengan respons cepat lintas instansi yang langsung bergerak ke lokasi.
Kasus ini melibatkan koordinasi antara kepolisian, Palang Merah Indonesia Kota Bandung, serta unsur pengamanan lainnya untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Berdasarkan data laporan resmi, informasi mengenai kejadian tersebut masuk ke pusat layanan darurat pada pukul 08.06 WIB dengan nomor tiket L11769736834.
Pelapor menyampaikan adanya penemuan jenazah yang diduga tertemper kereta api.
Lokasi kejadian berada di Jalan Jembatan Opat, wilayah Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, yang dikenal sebagai kawasan padat aktivitas warga.
Tim layanan darurat 112 segera melakukan validasi laporan sesaat setelah informasi diterima untuk memastikan akurasi dan urgensi kejadian.
Hasil validasi menunjukkan bahwa aparat kepolisian telah berada di lokasi lebih awal guna mengamankan area kejadian.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan terhadap proses identifikasi serta menjaga ketertiban masyarakat sekitar.
Koordinasi lanjutan kemudian dilakukan dengan Posko PMI Kota Bandung sebagai bagian dari prosedur penanganan korban meninggal dunia.
PMI Kota Bandung menyiagakan tim dan armada ambulans jenazah sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Dalam rentang waktu kurang dari setengah jam, tim relawan Edan Sepur tiba di lokasi untuk memberikan dukungan pengamanan area jalur kereta.
Kehadiran relawan ini dinilai krusial mengingat lokasi kejadian berada di dekat lintasan aktif yang masih dilalui kereta api.
Ambulans PMI tiba di lokasi pada pukul 08.33 WIB dan menunggu kedatangan tim Inafis untuk proses identifikasi korban.
Sekitar pukul 09.00 WIB, unsur Pamapta dan Inafis dari kepolisian tiba di lokasi kejadian untuk melanjutkan proses penanganan.
Tim Inafis kemudian melakukan identifikasi awal terhadap korban berdasarkan prosedur kepolisian yang berlaku.
Selama proses berlangsung, akses di sekitar lokasi diatur secara terbatas untuk menjaga kelancaran evakuasi.
Petugas juga memastikan tidak ada gangguan terhadap operasional kereta api yang melintas di jalur tersebut.
Setelah seluruh proses identifikasi di lokasi dinyatakan selesai, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih pada pukul 09.22 WIB untuk penanganan lanjutan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas korban dan kronologi lengkap kejadian.***









