KoranBandung.co.id – Perselisihan antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan terjadi di kawasan Bodogol Ciwastra, Kota Bandung, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah beredar informasi di media sosial yang menyebutkan adanya ketegangan antara dua kelompok pengemudi transportasi roda dua di wilayah tersebut.
Situasi di lokasi kejadian sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas karena adanya pergerakan sejumlah driver ojek online menuju beberapa pangkalan ojek konvensional.
Kejadian tersebut dilaporkan terjadi akibat dugaan tindakan intimidasi dan pemalakan yang dialami salah satu driver ojek online oleh oknum ojek pangkalan di sekitar kawasan GBI Ciwastra.
Informasi awal yang beredar melalui akun media sosial @info.gbi dan @infobandungraya menyebutkan bahwa seorang driver ojek online diduga mengalami tindakan “distrap” atau intimidasi.
Aksi tersebut memicu reaksi solidaritas dari rekan-rekan seprofesi korban yang merasa keberatan dengan dugaan perlakuan tidak adil di lapangan.
Sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan, ratusan driver ojek online dilaporkan merapatkan barisan dan mendatangi Polsek Rancasari.
Kedatangan para driver tersebut bertujuan untuk melaporkan kejadian sekaligus meminta perlindungan hukum serta kejelasan penanganan dari aparat kepolisian.
Para driver ojek online menilai bahwa tindakan intimidasi di jalanan, apabila benar terjadi, berpotensi mengancam rasa aman dalam mencari nafkah.
Dalam sudut pandang para pengemudi ojek online, jalan raya merupakan ruang publik yang seharusnya dapat digunakan secara adil oleh seluruh pihak tanpa adanya tekanan atau kekerasan.
Mereka menekankan bahwa persaingan antarmoda transportasi semestinya disikapi secara sehat dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Situasi di sekitar Bodogol Ciwastra sendiri sempat dilaporkan kondusif meski terjadi peningkatan aktivitas pengemudi yang berkumpul di beberapa titik.
Pihak kepolisian sektor Rancasari disebut telah menerima laporan dan aspirasi dari para driver yang datang secara berkelompok tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polsek Rancasari sebelumnya juga telah memfasilitasi proses mediasi antara perwakilan ojek online dan ojek pangkalan terkait insiden serupa yang terjadi sehari sebelumnya.***









