KoranBandung.co.id – Satu unit rumah warga di Kampung Cirawamekar, RT 3 RW 6, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Sabtu sore, 10 Januari 2026.
Peristiwa bencana alam tersebut menjadi pengingat serius akan tingginya kerawanan longsor di wilayah perbukitan Kabupaten Bandung Barat saat musim hujan.
Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan rumah, tetapi juga memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi bencana susulan.
Rumah yang tertimbun material longsor tersebut diketahui milik Sopari Hermawan, seorang warga berusia 48 tahun yang tinggal bersama anggota keluarganya di lokasi kejadian.
Material tanah dan bebatuan yang bergerak dari lereng belakang rumah menyebabkan sebagian bangunan mengalami kerusakan berat.
Bagian belakang rumah menjadi area yang paling terdampak karena langsung berhadapan dengan kontur tanah yang labil.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut karena seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, Suheri, menyampaikan bahwa longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Curah hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama membuat struktur tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat.
Kondisi tersebut diperparah oleh kemiringan lereng yang cukup curam di sekitar permukiman warga.
Tanah yang tidak mampu menahan beban air akhirnya bergerak dan menimpa bangunan yang berada tepat di bawahnya.
Suheri menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Cipatat memang tergolong rawan longsor, terutama pada musim hujan.
BPBD Kabupaten Bandung Barat sebelumnya telah memetakan sejumlah titik rawan bencana di kawasan tersebut.
Namun, keterbatasan lahan permukiman membuat sebagian warga tetap bertahan di area yang memiliki risiko tinggi.
Akibat kejadian ini, struktur bangunan rumah Sopari Hermawan mengalami kerusakan serius sehingga tidak lagi layak huni untuk sementara waktu.
Dinding bagian belakang rumah dilaporkan retak dan sebagian runtuh akibat tekanan material longsor.
Atap rumah juga mengalami pergeseran yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.
Pihak keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat demi menghindari risiko lanjutan.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah perabot rumah tangga turut terdampak material tanah dan lumpur.***









