KoranBandung.co.id – Insiden pengeroyokan terhadap seorang pemuda yang diduga dilakukan oleh oknum bobotoh terjadi di Simpang Dago, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, pada Minggu malam, 11 Januari 2026, usai pertandingan panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
Peristiwa ini pertama kali mencuat ke publik setelah akun Instagram informasi lokal infobdgbaratcimahi mengunggah laporan warga terkait kejadian kekerasan yang terjadi di kawasan tersebut.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memantik perhatian masyarakat karena lokasi kejadian berada di salah satu titik strategis dan ramai di Kota Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang pemuda yang saat kejadian sedang melintas di kawasan Simpang Dago tanpa keterlibatan langsung dengan euforia pertandingan.
Korban dilaporkan tiba-tiba menjadi sasaran pemukulan secara mendadak oleh sekelompok orang yang diduga merupakan oknum pendukung sepak bola.
Situasi di lokasi saat itu disebut cukup ramai karena arus kendaraan dan pejalan kaki meningkat setelah laga besar berakhir.
Korban mengalami pemukulan secara bertubi-tubi dari berbagai arah sehingga tidak mampu memberikan perlawanan.
Jumlah pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut diperkirakan lebih dari 20 orang berdasarkan keterangan yang disampaikan korban.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka fisik berupa rasa nyeri di sekujur tubuh yang masih dirasakan setelah kejadian.
Selain kekerasan fisik, korban juga mengalami kerugian materi yang tidak sedikit.
Tas milik korban yang berisi telepon genggam, dompet, serta sejumlah dokumen penting dilaporkan raib di tengah kekacauan.
Korban meyakini ada pihak lain yang memanfaatkan situasi pengeroyokan tersebut untuk melakukan aksi pencopetan.
Tidak hanya itu, kendaraan korban berupa sepeda motor Kawasaki Ninja ZX-25R juga mengalami kerusakan cukup parah.***









