KoranBandung.co.id – Penanganan korban bencana di wilayah terdampak kembali menunjukkan perkembangan setelah tim SAR gabungan menemukan sembilan kantong jenazah dalam operasi pencarian terbaru.
Upaya pencarian korban terus dilakukan secara intensif di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak selalu bersahabat.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan relawan memastikan proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan pengungsi tetap berjalan beriringan.
Informasi resmi yang dihimpun dari Humas Polres Cimahi menyebutkan bahwa tim SAR gabungan kembali menemukan sembilan kantong jenazah pada Senin, 26 Januari 2026.
Dari sembilan kantong jenazah tersebut, delapan di antaranya berisi jenazah dalam kondisi utuh.
Satu kantong lainnya berisi bagian tubuh korban yang ditemukan terpisah akibat kuatnya material bencana.
Dengan penemuan terbaru ini, jumlah total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Senin sore mencapai 34 kantong.
Dari total tersebut, sebanyak 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification atau DVI.
Sebagian besar jenazah yang telah teridentifikasi juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan ketelitian dan prosedur medis yang berlaku.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap tahapan identifikasi dilakukan untuk memastikan keakuratan data korban.
Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah kepada keluarga.
Di lapangan, tim SAR menghadapi tantangan serius berupa kondisi lumpur yang bercampur air dan memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Material lumpur yang tebal menyulitkan pergerakan personel serta memperlambat proses pencarian di beberapa titik.
Meski demikian, operasi pencarian tidak dihentikan dan tetap dilakukan secara maksimal.
Dukungan alat berat menjadi faktor penting dalam membantu tim menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.
Alat berat digunakan secara terukur agar tidak merusak area pencarian yang berpotensi masih menyimpan korban.
Koordinasi antara operator alat berat dan personel SAR terus dilakukan untuk menjaga keselamatan semua pihak.
Tim SAR gabungan yang terlibat berasal dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah.
Kolaborasi lintas instansi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pencarian di tengah keterbatasan kondisi lapangan.
Setiap unsur memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam operasi kemanusiaan ini.
Pencarian korban dilakukan sejak pagi hari dan berlanjut hingga sore hari dengan pembagian sektor yang jelas.
Penentuan sektor pencarian didasarkan pada analisis pergerakan material bencana dan laporan awal dari warga.
Pendekatan berbasis data lapangan ini bertujuan memperbesar peluang menemukan korban yang masih tertimbun.
Selain fokus pada pencarian korban, perhatian terhadap pengungsi juga menjadi prioritas utama pemerintah dan aparat terkait.
Kebutuhan dasar pengungsi di pos penampungan terus dipantau dan dipenuhi secara bertahap.
Bantuan logistik dilaporkan masih terus mengalir dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Selimut menjadi salah satu kebutuhan utama yang diprioritaskan mengingat kondisi cuaca yang relatif dingin.
Keperluan khusus bagi perempuan juga mendapatkan perhatian tersendiri dalam distribusi bantuan.
Paket bantuan tersebut mencakup perlengkapan kebersihan dan kebutuhan pribadi yang mendesak.***









