KoranBandung.co.id – Seorang warga ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Jalan Mochammad Ramdan, Kota Bandung, dan langsung mendapat penanganan cepat dari layanan kegawatdaruratan pada Jumat siang.
Insiden ini tercatat terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 11.13 WIB di wilayah Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Informasi awal diterima melalui laporan resmi dengan nomor tiket L11767939951 yang masuk ke sistem layanan darurat.
Korban dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri disertai keluhan sakit dan tubuh yang tampak lemas.
Lokasi kejadian berada di Jalan Mochammad Ramdan, kawasan yang dikenal cukup padat aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan.
Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera guna mencegah risiko yang lebih serius terhadap keselamatan korban.
Tim layanan darurat 112 Kota Bandung menerima laporan pertama tepat pada pukul 11.13 WIB.
Selang satu menit kemudian, petugas melakukan proses validasi awal terhadap laporan yang masuk untuk memastikan kebenaran informasi.
Pada pukul 11.16 WIB, laporan dinyatakan valid dan memenuhi kriteria penanganan darurat medis.
Setelah status laporan dipastikan, koordinasi langsung dilakukan dengan Palang Merah Indonesia untuk menyiapkan dukungan penanganan di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari prosedur standar guna mempercepat akses pertolongan pertama bagi korban dengan kondisi kritis.
Sekitar pukul 11.20 WIB, tim PMI tengah menjalankan pelayanan dan terus berkoordinasi dengan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Dalam fase ini, laporan tetap berada dalam pemantauan sistem guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai protokol.
Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif agar tidak terjadi keterlambatan penanganan di lokasi kejadian.
Ambulans PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung akhirnya tiba di lokasi pada pukul 11.32 WIB.
Setibanya di tempat kejadian, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Petugas medis memberikan penanganan darurat dengan mempertimbangkan kondisi korban yang tidak sadarkan diri dan tampak lemah.
Langkah-langkah medis awal dilakukan untuk menstabilkan kondisi pasien sebelum dilakukan evakuasi lanjutan.
Proses penanganan di lokasi berjalan lancar dengan dukungan pengamanan area dari petugas terkait.
Situasi lalu lintas di sekitar lokasi tetap terkendali sehingga ambulans dapat bekerja tanpa hambatan berarti.
Setelah kondisi korban dinilai cukup stabil, tim medis memutuskan untuk melakukan evakuasi ke fasilitas kesehatan rujukan.
Pada pukul 12.03 WIB, pasien dibawa menggunakan ambulans PSC 119 menuju Rumah Sakit Santosa.***









