KoranBandung.co.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk besar di kawasan Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi di jalur padat kendaraan.
Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Selasa siang ketika arus lalu lintas di pertigaan Cimareme berada dalam kondisi ramai dan cenderung macet.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk besar diduga milik PT SBR terjadi di kawasan pertigaan Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di depan RS Karisma, pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Informasi awal mengenai kejadian ini beredar melalui unggahan akun Instagram lokal @ngamprahupdate yang dikenal aktif melaporkan peristiwa di wilayah Bandung Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kondisi rem truk yang tidak berfungsi optimal saat kendaraan melintas di jalur yang tengah padat.
Situasi lalu lintas di pertigaan Cimareme pada saat kejadian dilaporkan dalam kondisi macet karena volume kendaraan yang meningkat pada jam tersebut.
Kondisi kemacetan ini membuat jarak antar kendaraan menjadi sangat rapat dan menyisakan ruang yang minim untuk melakukan manuver penyelamatan.
Salah satu korban yang merupakan pemilik mobil berwarna merah menggambarkan bahwa peristiwa bermula ketika truk tersebut berbelok dari pertigaan Cimareme menuju arah Padalarang.
Pada saat bersamaan, kendaraan di depan truk berada dalam posisi berhenti karena antrean panjang yang tidak memungkinkan pergerakan cepat.
Truk yang diduga mengalami rem blong kemudian melaju tanpa kendali dan menghantam kendaraan-kendaraan yang berada tepat di depannya.
Benturan keras tidak dapat dihindari karena kondisi jalan yang sempit dan padat membuat para pengendara tidak memiliki ruang untuk menghindar.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima kendaraan dilaporkan terdampak secara langsung dalam kecelakaan beruntun ini.
Tiga unit mobil menjadi korban tabrakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda akibat kuatnya benturan dari truk.
Satu unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping kendaraan.
Dua unit mobil lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang namun masih memerlukan perbaikan signifikan.
Selain mobil, dua unit sepeda motor juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Kedua sepeda motor mengalami kerusakan berat karena berada di posisi paling rentan saat terjadi hantaman dari kendaraan besar.***









