KoranBandung.co.id – Sejumlah siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Cimahi dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 25 Februari 2026.
Laporan tersebut ramai di sejumlah grup Cimahi, baik di WhatsApp maupun Facebook.
Kasus tersebut menjadi perhatian serius karena melibatkan puluhan siswa dari berbagai sekolah yang mengalami gejala serupa dalam waktu berdekatan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan langsung melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan siswa dan mengidentifikasi penyebab insiden tersebut.
53 Siswa Dilaporkan Mengalami Gejala Serupa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna dikutip dari Instagram Infocimahi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai dugaan keracunan makanan yang dialami siswa setelah menyantap menu MBG.
Ia menjelaskan bahwa pihak dinas segera melakukan pemantauan intensif dan menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Data sementara menunjukkan bahwa total 53 siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah mengikuti program tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 siswa harus mendapatkan perawatan di RSUD Cibabat.
Sebanyak dua siswa lainnya dirawat di RS Mitra Kasih.
Sementara satu siswa dilaporkan menjalani perawatan di RS Dustira.
Sebagian siswa lainnya mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik dan puskesmas.
Pemerintah daerah terus memperbarui data korban untuk memastikan tidak ada siswa yang terlewat dalam proses penanganan.
Gejala Muncul Setelah Mengonsumsi Menu Onigiri
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa salah satu menu yang diduga menjadi sumber masalah adalah nasi onigiri yang termasuk dalam paket MBG hari tersebut.
Seorang orang tua siswa menggambarkan bahwa makanan yang diterima anaknya memiliki rasa yang tidak normal.
Ia mengungkapkan bahwa nasi dalam menu tersebut terasa asam dan menunjukkan perubahan warna yang tidak lazim.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan bahwa makanan mungkin telah mengalami penurunan kualitas sebelum dikonsumsi.
Beberapa siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah tidak lama setelah menyantap makanan tersebut.
Gejala yang dialami juga mencakup pusing dan kondisi lemas.
Sebagian siswa langsung dibawa ke klinik terdekat oleh pihak sekolah dan orang tua.
Beberapa siswa lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
***









