KoranBandung.co.id – Kegiatan patroli dini hari kembali dilakukan aparat untuk merespons keresahan warga di Kota Bandung.
Laporan masyarakat menjadi pintu masuk pengungkapan dugaan aksi kekerasan yang melibatkan sekelompok pemuda.
Barang bukti berupa senjata tajam rakitan dan minuman beralkohol turut diamankan dalam operasi tersebut.
Tim Prabu Lodaya Presisi mengamankan sekelompok pemuda yang diduga terlibat aksi penyerangan di wilayah Kota Bandung setelah menerima laporan warga pada Senin, 2 Maret 2026 dini hari.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB itu berada dalam wilayah hukum Polsek Cicendo.
Informasi awal diperoleh dari masyarakat yang menghubungi call center tim patroli dan melaporkan adanya sekelompok pemuda yang membuat resah sambil mengonsumsi minuman beralkohol di ruang publik.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan patroli respons cepat guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Petugas mendatangi lokasi yang dimaksud dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pemuda yang berkumpul pada waktu yang tidak lazim tersebut.
Dalam proses pemeriksaan awal di lapangan, aparat mendapati indikasi kuat adanya keterlibatan kelompok tersebut dalam aksi kekerasan yang terjadi sebelumnya di salah satu wilayah Kota Bandung.
Berdasarkan pendalaman sementara, para pemuda itu mengakui telah melakukan aktivitas berkeliling atau rolling sebelum akhirnya terlibat dalam dugaan penyerangan.
Pengakuan tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas mereka tidak sekadar berkumpul biasa, melainkan berpotensi mengarah pada tindak pidana yang mengganggu ketertiban umum.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu buah senjata tajam berjenis gergaji rakitan yang terbuat dari besi.
Selain itu, dua botol minuman beralkohol turut diamankan sebagai barang bukti dari lokasi kejadian.
Keberadaan senjata tajam rakitan tersebut menjadi perhatian serius aparat karena berpotensi digunakan untuk melukai orang lain.
Petugas menilai kepemilikan dan pembawaan senjata tajam tanpa alasan yang sah dapat dijerat dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Seluruh pemuda yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.***









