KoranBandung.co.id – Fenomena rasa haus setelah minum kopi kerap dirasakan banyak orang meskipun kopi sendiri berbahan dasar air.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengapa minuman yang seharusnya menambah cairan tubuh justru memicu keinginan minum lebih banyak.
Faktor utama yang memengaruhi sensasi ini berasal dari kandungan kafein serta reaksi tubuh terhadap sejumlah senyawa dalam kopi.
Meskipun kopi adalah kombinasi antara air dan ekstraksi biji kopi, proses fisiologis di dalam tubuh menyebabkan efek yang berbeda pada setiap orang.
Pengaruh Kafein Terhadap Sistem Kemih
Kafein dikenal memiliki efek diuretik yang dapat merangsang tubuh memproduksi urine lebih banyak.
Peningkatan produksi urine terjadi ketika kafein memengaruhi aliran darah menuju ginjal sehingga proses filtrasi berlangsung lebih cepat.
Ketika tubuh kehilangan cairan melalui urin tanpa diimbangi asupan cairan tambahan, rasa haus menjadi respons otomatis untuk menjaga keseimbangan cairan.
Efek diuretik ini lebih terasa ketika kopi dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam waktu berdekatan.
Namun penelitian internasional menunjukkan bahwa efek tersebut lebih signifikan pada orang yang tidak terbiasa minum kopi dibandingkan pada peminum kopi rutin.
Pada peminum berat, tubuh cenderung beradaptasi sehingga efek diuresis berkurang seiring waktu.
Kopi Tetap Menyumbang Cairan, Tetapi Tidak Cukup
Secara komposisi, kopi sebenarnya sebagian besar terdiri dari air yang dapat membantu hidrasi tubuh.
Namun keberadaan kafein dan sejumlah senyawa lain membuat kopi tidak seefektif air putih dalam mempertahankan hidrasi.
Berbagai penelitian kesehatan luar negeri menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam takaran normal tidak menyebabkan dehidrasi secara signifikan.
Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan sumber cairan yang lebih netral seperti air putih untuk menjaga fungsi organ tetap stabil.
Pada beberapa kondisi, konsumsi kopi berlebihan dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima.
Situasi inilah yang memicu rasa haus meski sebelumnya seseorang telah mengonsumsi minuman berbasis air.
Kenapa Rasa Haus Muncul Setelah Minum Kopi?
Efek kafein pada cairan tubuh
Efek diuretik kafein menjadi alasan utama mengapa beberapa orang merasa sangat haus setelah minum kopi.
Ketika tubuh mengeluarkan cairan lebih cepat, sistem internal akan memberikan sinyal haus untuk memastikan cairan tubuh kembali seimbang.
Pengaruh senyawa tanin terhadap mulut kering
Selain kafein, kopi juga mengandung tanin yang dapat menimbulkan sensasi sepat dan membuat produksi air liur berkurang sementara.
Mulut yang terasa kering sering kali disalahartikan sebagai tanda kurang minum, sehingga memunculkan rasa haus meskipun tubuh sebenarnya tidak kekurangan cairan secara signifikan.
Reaksi ini berbeda pada setiap individu tergantung pada sensitivitas terhadap tanin.
Respons tubuh yang berbeda-beda
Variasi respons tubuh terhadap kopi dipengaruhi oleh pola konsumsi harian, metabolisme pribadi, serta toleransi terhadap kafein.
Orang yang jarang minum kopi biasanya merasakan efek haus lebih kuat karena tubuh belum terbiasa dengan sifat diuretiknya.
Sebaliknya, peminum kopi rutin dapat mengalami efek haus yang lebih ringan karena tubuh telah beradaptasi.









